Meski Diguyur Hujan, Karhutla di Tanbu Masih Diwaspadai

BATULICIN, klikkalsel.com- Wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya dalam satu minggu terakhir sudah diguyur hujan lebat.

Kendati demikian, kondisi tersebut menurut M Supian Kasubid Kesiap siagaan BPBD Tanah Bumbu, belum bisa menjamin bebas akan adanya Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Jadi, diperkirakan, musim kemarau masih akan terjadi hingga bulan November nanti. Sehingga, kebakaran hutan dan lahan masih bisa saja terjadi di beberapa wilayah Tanah Bumbu,” ujar M Supian, saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (7/10/2019) siang.

Dikatakan M Supian, hujan lebat yang terjadi diperkirakan akibat terdampaknya modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Adanya hujan akhir-akhir ini, diperkirakan dari hasil modifikasi cuaca melalui pengoperasian teknologi yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dibantu oleh Badan Nasional Penanggunalan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar mitigasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dapat diatasi dengan baik dan juga mengurangi risiko terjadinya Karhutla.

Perkembangan teknologi modifikasi cuaca dikatakan, sangat membantu mengurangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia.

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan modifikasi cuaca dengan menurunkan hujan buatan di lima provinsi di Indonesia yang terdampak karhutla.

Meski sudah diguyur hujan lebat yang terjadi pada rentang waktu hingga 30 menit, beberapa wilayah di Tanah Bumbu masih mengalami kebakaran hutan dan lahan.

“Intinya, perkiraan musim kemarau yang panjang hingga bulan November, juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanah Bumbu,” pungkasnya.(duki)

Editor : Amran

 

Related Articles

Trending

Terbaru

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
26,867PengikutMengikuti
582PelangganBerlangganan