Banjarmasin

Menjaga dan Melestarikan Kesenian Kalsel, DEMA FTK Gelar Lomba Solo Madihin Virtual

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK) Universitas Islam Negeri (UIN), menggelar lomba kesenian asli orang Banjar se Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam upaya melestarikan dan menjaga budaya, DEMA FTK UIN menggelar Lomba Madihi Solo Virtual se Kalsel mengangkat tema “Pendidikan di Era New Normal” dengan 31 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalsel.

Ketua Pelaksana, Muhammad Rifa’i menerangkan, mengingat masa pandemi masih melanda di Bumi Lambung Mangkurat, oleh karena itu, sistem lomba ini digelar secara online.

Dimana nanti para peserta akan mengirim/upload video mereka ke instagram pribadi dengan men tag instagram official panitia. Sebagai syarat utamanya, yang mana nanti akan diberi penilaian mulai dari kesesuaian tema, keharmonisan antara syair dan pukulan, lantunan syair dan keunikan syair.

“Instagramnya @dema_ftk2020,” ujar mahasiswa FTK UIN semester 7 ini.

Video nanti akan dinilai berdasarkan ketentuan yang sudah ada dengan ketentuan doraksi maksimal 3 menit dan batas pengumpulan terakhir di 11 Oktober pukul 23.59 Wita.

Ketua DEMA FTK UIN Muhammad Aditya Hariyadi menyampaikan, Agenda ini dalam rangka program kerja DEMA untuk melestarikan budaya kalsel yang masih banyak orang tidak tahu.

Seperti yang kita lihat di era sekarang banyak budaya luar yang masuk sehingga budaya banua kita sendiri terlupakan.

“Oleh karena itu kami menyelenggarakan kegiatan lomba madihin virtual ini supaya memunculkan kembali budaya banua kita salah satunya budaya madihin,” katanya.kepada klikkalsel.com

Lanjut Muhammad Aditya Hariyadi menjelaskan. Madihin berasal dari kata madah, dalam bahasa Banjar kata papadah yaitu berarti nasehat, sedangkan ditinjau dari Bahasa Arab madah berarti pujian-pujian.

Madihin memiliki syarat akan muatan nilai-nilai kearifan lokal di dalamnya, yang mana nilai-nilai tersebut berlaku dalam norma norma kehidupan masyarakat Kalsel.

Adapun harapan Muhammad Aditya Hariyadi dengan teselenggaranya kegiatan ini di masa pandemi seperti sekarang, agar kiranya kawan-kawan baik dari kalangan mahiswa,pelajar,pegiat seni, tetap bisa produktif menyalurkan bakat dan kekreatifannya.

“Terlebih dapat membantu dalam pelestarian kesenian madihin agar bisa dikenal di seluruh pelosok negeri,” pungkas DEMA FTK UIN ini.(airlangga)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top