Menggugah Jiwa, Kawula Muda Seniman Rupa Gelar Pameran Lukisan Aliran Ekspresionisme dan Abstraksionisme

Alif, Humas Art.i.id mendeskripsikan lukisan yang dipamerkan di Galeri Sanggar Sholihin Taman Budaya.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Art.i.id, komunitas kawula muda seniman rupa banua menggelar pameran lukisan di Galeri Sanggar Sholihin Taman Budaya, Banjarmasin. Meski galerinya tidak luas, namun cukup untuk memamerkan 16 karya seni rupa aliran ekspresionisme dan abstraksionisme karya dua tokoh seniman rupa, Badri Hurmansyah dan Haidarsyah.

Pameran ini menampilkan karya seni yang mampu menggugah jiwa, ketika pengunjung melihat secara langsung lukisan yang dibuat di atas kanvas dan kertas.

Lukisan karya seniman rupa asal Kalsel, Badri Hurmansyah dengan aliran ekspresionisme menggambarkan emosi dan peristiwa pengalaman hidupnya. Seluruh lukisan karya Badri di pameran ini mengangkat tema “Kita Adalah Peristiwa”.

Salah satunya, lukisan potret wajah anak kecil dengan ekspresi sedih dan mata kanan tertutup tangan berjudul ‘Keadaan’. Karya ini merupakan lukisan utama yang dipamerkan.

“Setiap kehidupan manusia adalah wadah peristiwa, siapapun punya hak terhadap rangakaian takdir dari peristiwa peristiwa itu, kelahiran, tangisan, suara, bencana, kebahagian, perjuangan, dan tawa menjadi bagian penting terhadap wujud individu itu sendiri, bagaimana cara memahaminya, menjalaninya dan menghayatinya,” ucap Humas Art.i.id, Alif kepada awak media, Jumat (23/2/2024).

Baca Juga : Kapal Bermuatan Garam Tujuan Pelabuhan Bawang Banjarmasin Tenggelam, 9 ABK Dałam Pencarian

Baca Juga : 427 Calon Jemaah Haji Kalsel Belum Lunasi Bipih

Tak kalah menarik, lukisan karya Haidarsyah, tokoh seniman rupa asal Lampung dengan aliran abstraksionisme yang dituangkan di atas kerta dengan sentuhan tinta pulpen juga menggugah jiwa. Lukisannya menggambarkan dinamika merantau.


Melalui Lukisan, Haidar mengisahkan salah satu dampak yang terjadi adalah masalah adaptasi terhadap lingkungan baru. Misalnya perbedaan bahasa, nilai, dan kebiasaan menjadi sebuah hambatan utama. Ketika proses adaptasi tidak
berhasil, hal ini menimbulkan respon negatif seperti rasa sedih, kesepian, hilangnya kepercayaan diri dan perilaku menyimpang
lainnya.

Respon negatif itu yang kemudian mencuat dalam kehidupan dan menjadi penyebab terjadinya kegagalan di perantauan. Melalui hambatan yang dihadapi kemudian
melahirkan butiran gagasan untuk menciptakan karya lukis drawing sebagai ungkapan ekspresi personal mengenai masalah di
perantauan.

“Karya-karya Haidar ini mengandung nilai kesadaran dan motivasi dalam mengarungi kehidupan di perantauan,” kata Alif mendeskripsikan.

Alif mengatakan, pameran lukisan ini berlangsung dari 20 Februari sampai 5 Maret 2024 dan terbuka untuk umum. Selain pameran lukisan, juga digelar teaterikal sebagai wadah tumbuh kembang seni di Kalsel.

“Kami memastikan dengan dukungan para apresiator dan pecinta seni, pameran ini akan terus berlanjut. Tentunya dengan karya karya yang beragam, menarik, inovatif, yang kami hadirkan sebagai ruang artistik dan pertemuan antara gagasan,” pungkasnya. (rizqon)

Editor: Abadi