Makam Sultan Suriansyah Akan Dibuka

Kondisi makam Sultan Suriansyah yang digembok akibat perseteruan dua kubu pengurus makam (foto:dok/klikkalsel)
Kondisi makam Sultan Suriansyah yang digembok akibat perseteruan dua kubu pengurus makam (foto:dok/klikkalsel)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin berencana akan segera membuka cagar budaya makam Raja Banjarmasin yang digembok akibat konflik dualisme kepengurusan.
Makam Sultan Suriansyah yang berada di Jalan Kuin Utara, Banjarmasin Utara tersebut saat ini masih dalam kondisi digembok. Hal ini terjadi lantaran adanya perseteruan antara kedua kubu yang sama-sama mengklaim bahwa mereka merupakan zuriar dari Sultan Suriansyah.
Baca juga : Swab Test Massal Digelar 14-17 Agustus, Masyarakat Bergejala Covid-19 Diminta Proaktif
Kondisi makam Raja Banjarmasin yang masih digembok tersebut membuat para peziarah tidak bisa masuk ke area makam, dan terpaksa untuk melakukan kegiatan ziarah di luar kawasan makam.
Melihat kondisi tersebut, Pemko Banjarmasin sudah beberapa kali menjanjikan untuk membuka makam tersebut, namun nyatanya hingga kini hal itu tidak terealisasi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi menyampaikan, bahwa besok, Jumat (14/08/2020) makam Sultan Suriansyah akan dibuka pada pukul 09.00 wita.
Menurutnya dibuka kembali Makam Sultan Suriansyah tersebut telah sesuai dengan hasil rapat terakhir, bersama aparat penegak hukum dan kelurahan, yang diketahui oleh kedua belah pihak pengelola yang sedang berkonflik.
“Besok pukul 09.00 wita rencananya makam Sultan Suriansyah kita buka,” ujar Doyo, Kamis (13/8/2020).
Lambatnya proses penyelesaian sengketa tersebut membuat proses pembukaan makam juga ikut melambat, Doyo mengungkapkan bahwa hal ini dikarenakan pihaknya sambil memantau situasi antara kedua belah pihak pengelola yang berkonflik.
Ia juga mengatakan berdasarkan hasil rapat tersebut, Pemko Banjarmasin akan mengambil alih sementara pengelolaan makam, sampai kedua belah pihak yang terlibat konflik bisa menunjukan bukti pengelolaan yang sah.
“Sementara pemko yang mengelola, tim ini dikepalai Asisten II, dan jajaran lain dari pihak kepolisian dan kelurahan,” ucapnya.
Namun, Doyo juga tidak menampik bahwa ada usulan dari pihak yang berseteru agat pengelolaan Makam Sultan Suriansyah itu dikelola secara bergantian.
Meski demikian menurutnya usulan tersebut harus dipertimbangkan kembali bersama-sama, dan untuk saat ini makam harus dibuka terlebih dahulu.
“Misalnya pihak pertama mengelola satu pekan. Kemudian sepekan selanjutnya dikelola pihak kedua. Untuk sementara Pemko dulu yang mengelola, kira-kira sepekan ke depan. Sambil kita pertimbangkan lagi usulan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, di lokasi makam Sultan Suriansyah terdapat dua orang yaitu Taufikurrahman dan Fajri, yang kesehariannya sering kali membantu mengarahkan para peziarah.
Taufikurrahman mengaku bahwa dirinya memang setiap hari berada di lokasi makam, baik sekedar mengarahkan peziarah yang datang atau membantu membersihkan area makam.
Ia juga menyampaikan meskipun lokasi makam masih digembok, tidak sedikit warga yang datang berziarah, khususnya pada akhir pekan.
“Kita tidak tau urusan soal konflik kedua belah pihak itu. Kita disini untuk bantu-bantu peziarah,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran

Tinggalkan Balasan