Lomba Merenteng Kembang Dimeriahkan Kaum Hawa

Suasana kemeriahan Lomba "Merenteng Kembang" oleh Ibu-ibu warga RT 17 Kelurahan Banua Anyar Banjarmasin Timur. (foto : rizqon/klikaksel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Kemeriahan HUT Republik Indonesia ke 73, masih terasa dan dirayakan masyarakat Banjarmasin dengan berbagai kegiatan. Salah satunya, warga RT 17 Kelurahan Banua Anyar, menggelar perlombaan unik, yaitu lomba merenteng kembang banjar yang pesertanya adalah ibu-ibu setempat, Sabtu 18/8/2018.

“ayoo…! Cepat susun kembangnya,” begitu sorak dan teriakan para penonton memberi dukungan saat lomba merenteng kembang berlangsung.

Suasana euforia hari kemerdekaan, semakin pecah ketika, Baiti salah satu perserta menyelesaikan rentengan kembang khas Banjar lebih awal dari ibu-ibu lainnya.

“Tadi menyusun 5 renteng kembang, cukup sulit menusuknya pakai jarum. Karna kembangnya sudah layu. Tapi aku menang 2 menit selesai,” tutur Baiti.

Ketua panitia lomba warga RT 17 Kelurahan Banua Anyar, Samiyah mengatakan, sengaja melibatkan para ibu-ibu setempat, agar perayaan hari kemerdekaan lebih meriah.

“Selain anak-anak persertanya, untuk ibu-ibu juga kita adakan lomba, seperti mengupas bawang dan merenteng kembang khas Banjar, siapa yang paling cepat pemenangnya,” ucap Samiyah yang akrab disapa acil Isam.

Sementara itu, warga di pemukiman padat penduduk ini sangat mengapresiasi atas dukungan, anggota DPRD Banjarmasin Noorlatifah. Sehingga para warga merasakan kemeriahan peringatan hari Proklamsi RI.

“Kami warga RT 17 Banua Anyar senang sekali, atas bantuan Ibu Noorlatifah untuk kelancaran lomba di kampung kita,” sebut Samiyah didampingi para ibu-ibu.

Dalam momentun ini, Srikandi DPRD Banjarmasin tersebut turut hadir dan berbaur dengan warga serta ikut mencoba merenteng kembang. Ia mengaku, sangat senang menjadi bagian perayaan HUT RI ke 73.

Anggota DPRD Banjarmasin, Noorlatifah turut berbaur bersama warga di tengah kemeriahan lomba “merenteng” kembang. (foto : rizqon/klikalsel)

“Alhamdulillah, saya turut senang melihat keceriaan dan kebahagian para warga, apalagi ada lomba yang meangkat tradisi kebudayaan Banjar, yaitu merenteng kembang, dan itu cukup sulit perlu kepiawaian,” pungkas Noorlatifah.(rizqon)

Editor : Amran