Religi  

Keutamaan Melangkah Menuju Masjid

JALAN KAKI - Melangkah atau berjalan kaki untuk beribadah menuju masjid. (net)
JALAN KAKI – Melangkah atau berjalan kaki untuk beribadah menuju masjid. (net)

TIDAK ada sumber kebaikan dan kemudahan selain di masjid tempatnya. Bahkan melangkah kaki menuju masjid mendapat fadhilah/keutamaan.

Ustad Amanto Surya Langka, dalam tausiahnya usai sholat subuh berjamaah di masjid Nurul Ikhlas mengucap syukur atas nikmat meraih kemenangan, karena masih menunaikan sholat shubuh berjamaah yang sama pahalanya dengan sholat semalam suntuk.

Apalagi, mampu melangkah kaki ke mesjid. Sebab, berjalan kaki untuk ibadah berjamaah itu ada nilainya dan disaksikan sebagai orang baik.

Bahkan ada cerita dari Jabir diriwayatkan Imam Muslim, dimana Rasulullah melarang seorang umat bernama Bani Salamah yang mau pindah mendekati masjid.

Dalam riwayat, alasan Nabi Muhammad SAW, karena jejak langkah dituliskan, tiap-tiap langkah satu derajat. Di riwayat lain, makin banyak langkah kaki, semakin besar pula pahala yang Allah Ta’ala berikan dan menjadi penghapus dosa baginya.

Apalagi jika yang didatangi adalah shalat Isya’ dan subuh berjamaah. Dimana kedua shalat tersebut menjadi salah satu sebab bercahayanya seseorang, kelak di Hari Kiamat. Oleh sebab itu panggilan sholat shubuh beda dengan lebih baik sholat daripada tidur. Itulah utamanya sholat shubuh.

Allah paling suka melihat hambanya berdoa apalagi di masjid. Sebab, mendapatkan doa orang lain dan malaikat.

“Semoga Allah Ta’ala tetap memberi kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju masjid, dan terus bersemangat seiring bertambahnya jarak antara rumah dan masjid,” ujar Ustad Amanto.

Sesuai hadist ada beberapa fadhilah/keutamaan melangkahkan kaki menuju masjid antara lain adalah : Jika berwudhu lalu keluar rumah untuk melaksanakan sholat, setiap langkah akan ditinggikan derajat dan dihapus dosanya (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649/HR. Muslim no. 155 dan no. 251)
Keutamaan lain, “Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)
Lalu, menjadi tamu istimewa Allah di Syurga dengan mendapat hidangan khusus setiap pagi dan sore. (HR. Al-Bukhari no. 148 dan Muslim no. 669)
Juga setiap langkah mendapatkan kebaikan (hasanah/pahala) dan dihapuskan dari keburukan/kejelekan. (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Serta mendapatkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. (Shahih Sunan Abu Dawud 561 & Shahih sunan At Tirmidzi 223, Mustadrak Al Hakim 1/332, Al Hakim menyatakan shahih berdasarkan syarat Bukhori Muslim).

Dari Ubay bin Ka’ab Langkah pulang ke rumahnya dari masjid, nilainya sama dengan langkah keberangkatannya di masjid. (HR. Muslim no. 1546)

Oleh : H Sukhrowardi
Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.