Kekerasan Perempuan dan Anak di Tabalong Meningkat

Kepala UPTD PPA tabalong, Rustina Hayani

TANJUNG, Klikkalsel.com – Kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Tabalong mengalami peningkatan di tahun 2022, sebagian diantaranya berupa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.

Dalam hal ini Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Tabalong, Rustina Hayani mengatakan, pada tahun lalu terdapat 35 kasus kekerasan secara total, dengan rincian 10 kasus kekerasan perempuan dan 25 anak.

Sedangkan tahun 2022, hingga kini sudah terdapat 40 kasus secara total, dengan rincian 29 kasus anak dan 11 kasus perempuan.

“Jadi 40 (kasus) sampai awal November ini,” jelasnya Kamis (3/11/2022).

Ia mengatakan, pihaknya merasakan ketika melakukan sosialisasi terdapat peningkatan laporan ke bagian UPTD PPA.

“Dari sekolah yang kebanyakan, ternyata banyak kasus bullying di sekolah,” tuturnya.

Baca Juga : GOW Balangan Sosialisasikan UU Perlindungan Perempuan di Puskesmas Batumandi

Baca Juga : Jalan di Sungai Gampa Ambruk, PUPR Banjarmasin Belum Bisa Bertindak

Menurut Rustina, dibandingkan tahun sebelumnya tidak terlalu jauh perbedaan, karena saat ini sudah digencarkan sosialisasi masyarakat sudah mengetahui apa saja kasus kekerasan sehingga berani melaporkan.

“Jadi orang yang asalnya segan melaporkan, akhirnya melaporkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, juga terdapat faktor lain, seperti ada perbedaan gaya hidup anak sekarang dengan generasi sebelumnya.

“Pengaruh gadget, hingga pergaulan mereka,” ucapnya.

Adapun jenis kekerasan anak yang terjadi adalah kekerasan seksual, fisik dan psikis berupa bullying, dan TPPO sedangkan kasus perempuan adalah KDRT, dan kekerasan fisik. (Dilah)

Editor: Abadi