Kasat Reskrim ini Abadikan Penghargaan “Pembawa Berkah” dari Kapolda Kalsel

IPTU Andi Muhammad Iqbal, Kasat Reskrim Polres Tanbu, saat menata dan mengabadikan penghargaan dari Kapolda Kalsel di ruang kerjanya yang baru. (Foto : duki/ Klikkalsel).

BATULICIN, klikkalsel – IPTU Andi Muhammad Iqbal SIK SH MH sudah resmi menduduki jabatan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu.

Perwira ganteng dan seper ramah ini menggantikan AKP Alfian Tri Permadi menduduki jabatan penting di Polres Tanah Bumbu (Tanbu) sejak disertijab pada 28 Agustus 2019 tadi.

Meski sudah tidak asing dengan lingkungan, namun berbagai strategi, serta persiapan dalam menjalankan amanah terus dipersiapkan hingga akhir pekan tadi.

Terlebih, polisi yang akrab disapa IPTU Iqbal ini sedang menyusun, dan merapikan ruang kerja sebagai salah satu penunjang kinerja mengabdikan diri di Polres Tanbu.

Menariknya, tanpa disengaja. Ia spontan memanggil dua orang Jurnalis yang sedang melintas di depan ruangannya saat menuju ke Kantin Polres.

“Bro pada mau kemana. Sini dulu lah,” sapa IPTU Iqbal, dengan nada ramah, seolah sudah lama akrab sebelumnya.

“Siap Bang,” ujar salah satu Jurnalis sembari menghampiri, dan menyalami Kasat Reskrim baru tersebut.

Saat itu, perbincangan santai terhenti. Lantaran IPTU Iqbal dihampiri satu bawahannya yang membantu menata ruang kerjanya yang baru, sembari bertanya. “Mohon ijin Ndan, piagam yang ini ditaro dimana ya Ndan,” ujar bawahannya.

IPTU Iqbal spontan berdiri, dan menunjukkan posisi untuk piagam penghargaan, yang masih tampak terbungkus Plastik.

Merasa kurang nyaman, karena Kasat sedang sibuk, kedua Jurnalis mohon ijin pamit untuk kembali melanjutkan aktivitas Jurnalistiknya.

Namun saat berpamitan, dan salaman, tanpa sengaja satu Jurnalis terbaca nama Kapolda Kalsel, Drs Yazid Fanani, bertanda tangan dalam piagam penghargaan yang terpasang rapi dalam Figura.

Sambil berdiri, tanpa sadar perbincangan berlanjut saat satu Jurnalis yang pernah menjadi saksi kasus pemukulan Jurnalis oleh Anggota DPRD Tanbu, di Kotabaru itu melontarkan pertanyaan terkait penghargaan tersebut.

“Wah, kalau penghargaan ini berkah bagi saya bro, hingga saya bisa duduk di sini. Ini diberikan Bapak Kapolda karena Satreskrim Polres Tanbu berhasil mengungkap kasus satu-satunya di Indonesia. Yakni kasus ITE, dan TPPU di Wilkum Polda Sumsel,” ujar Kasat.

Merasa kurang puas. Jurnalis kembali menanyakan sekilas kronologi penangkapan tersangka dalam kasus tersebut.

“Kebetulan saya saat itu masih di Kanitidik Satreskrim Polres Tanbu, dan saya dipercaya Kasat Reskrim untuk memimpin tim. Menuju lokasi saja dari kota Palembang ke Desa Telung Salapang ditempuh selama delapan jam, karena medan jalanya rusak parah. Baru masuk ke hutan jalan kaki satu jam untuk penangkapan TSKnya,” pungkas IPTU Iqbal. (duki)

Editor : Farid