Kalsel Jadi Gerbang Ibukota Negara, Polandia Akan Tawarkan Bisnis ke Palaku Usaha

Political and Economic Affairs, Embassy of the Republic of Poland, Michal Weglarz saat wawancara awak media. (foto:rizqon/klikkalsel)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Forum Investasi dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020, yang dilaksanakan di Hotel Golden Tulip, Sabtu (8/2/2020), turut dihadiri perwakilan beberapa kedutaan besar (kedubes) negara sahabat.Dalam forum ini mengulas potensi Kalsel di dunia bisnis sebagai Gerbang Ibukota Negara.
Political and Economic Affairs, Embassy of the Republic of Poland, Michal Weglarz, menyambut baik tawaran investasi tersebut. Menurutnya, Polandia sudah berinvestasi di Indonesia jauh sebelum ini, seperti di Lombok dan Jawa barat. Investasi di Kalsel pun akan dicoba ditawarkan kepada pelaku usaha di negara.
“We want to invest more in Indonesia, more (Kita ingin berinvestasi lagi di Indonesia, lebih banyak lagi),” ujarnya.
Michal Weglarz mengakui, di Indonesia memang sangat sulit untuk dapat berinvestasi karena sistem birokrasi yang amat sulit. Disebutkannya, banyak aturan yang memang dipertimbangkan untuk para investor.
“I hope that can change, so that many investors can join and invest in Indonesia (Saya berharap itu bisa berubah, sehingga banyak investor yang bisa bergabung dan menanamkan modalnya di Indonesia),” ucapnya.

Menurutnya, birokrasi dan aturan yang sulit di Indonesia untuk para investor membuat investor lebih memilih negara lain untuk datang dan menanamkan modalnya. Michal Weglarz berharap penuh hal itu dapat diperbaiki, terutama sekali di Kalimantan Selatan yang sedang membuka peluang investor masuk.

Ia berjanji akan melaporkan hasil forum ini terlebih semua potensi investasi yang dimiliki Kalsel ke negara asalnya yakni Polandia. Harapannya, masing-masing perwakilan kedubes menginformasikan semua potensi bisnis di Provinsi Kalsel, yang sedang dibranding menjadi gerbang ibu kota negara.
“Setelah ini tentunya kami akan lebih sering melihat dan berkunjung ke provinsi-provinsi lain di Indonesia, dengan berbagai kunjungan itu tentunya akan kami pertimbangkan dan kami lihat potensi yang ada dan akan saya laporkan ke perusahaan dan negara, sehingga dapat mengundang para investor untuk lebih banyak lagi menanamkan modal di Indonesia,” jelasnya.
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (foto:rizqon/klikkalsel)
Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tak menampik birokrasi panjang dan sulit di Indonesia yang mengatur regulasi investor menanamkan modal usahanya. Oleh sebab itu, saat ini pemerintah menggodok RUU Ombius Law.
“Diperlukan strategi hukum dan regulasi yang mengatur pada mendorong pertumbuhan ekonomi peningkatan investasi sekaligus juga membangun sumber daya manusia berproduktivitas tinggi,” sebutnya dalam sambutan membuka Seminar Forum Investasi Menggelorakan Kalimantan Selatan Gerbang Ibu Kota Negara.(rizqon)
Editor : Amran