Jualan Iyan Naik 50 Persen Saat Musim Hujan

Penjualan jas hujan meningkat di musim penghujan (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Musim penghujan memberikan dampak bagi pedagang jas hujan. Sebab, pundi-pundi rupiah yang mengalir.

Penjualan jas hujan meningkat di musim penghujan (foto : azka/klikkalsel)

Saat hujan mengguyur terkadang warga beraktivitas di luar rumah menggunakan jas hujan, seperti pergi ke kantor, pasar, mengantar anak sekolah dan lainnya.

Tak salah, jika musim hujan membuat pedagang jas hujan ikut kecipratan rezeki

Iyan, pedagang jas hujan di kawasan Belitung mengatakan, musim penghujan saat yang pas untuk menjual jas hujan dan penghasilan akan meningkat.

“Untuk saat ini omzet pendapatan akan naik menjadi 50 persen dibanding sebelumnya musim panas,” katanya Rabu (4/7/2018).

Untuk harga jas hujan bermacam-macam, tergantung jenis, ukuran  dan merk. Dari harga Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Untuk jenis jubah atau kalong, ada juga jenis baju serta celana lengan panjang harganya berkisar dari Rp75 ribu hingga Rp250 ribu.

“Merk jas hujan bermacam-macam dari Tiger, Bambo, Komodo, house dan lainnya, namun ada pula yang berbahan jenis kresek dan itu harganya cuma Rp10 000,” katanya.

Diungkapkan Iyan, jas hujan jualannya mengorder dari agen lokal. Sebab jika memesan dari luar harus ambilan banyak dan tentunya uangnya juga banyak.

“Kita hanya pedagang biasa, keperluan jas hujan hanya musiman ,” ungkap pria yang sudah 10 tahun lebih berjualan jas hujan tersebut.

Selain jas hujan yang tergantung di depan toko miliknya ada asesoris dan perlengkapan pengendara sepeda motor. “Namun, saat musim hujan lebih banyak jas hujan yang dibeli, ketimbang asesoris kendaraan,” tandasnya. (azka)

Editor : Farid