Jepang Kenalkan Teknologi Liquid Foam Untuk Tangani Karhutla di Kalsel, Apa Keunggulannya?

Perwakilan perusahaan Shabondama Soap Co. Ltd asal Jepang menjelaskan efektivitas dan efisiensi penggunaan teknologi liquid foam dalam penanganan karhutla di Kalsel.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian dari Negeri Samurai. Delegasi perusahaan asal Jepang, Shabondama Soap Co. Ltd bertandang ke Kantor BPBD Kalsel untuk memperkenalkan bahan pemadam kebakaran berbasis liquid foam, Banjarbaru, Selasa (14/4/2026)

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra secara langsung menyambut lawatan perwakilan Shabondama Soap Co. Ltd. Ia mengapresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman karhutla.

“Jadi hari ini kita menerima kunjungan delegasi dari Shabondama Soap Co. Ltd. dari Jepang. Mereka memperkenalkan Sabondama Natural POM dalam kaitan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Ronny menilai teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan kebakaran, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Yang diperkenalkan hari ini bisa membantu kita dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Selatan secara lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Untuk diketahui, liquid foam merupakan bahan pemadam kebakaran berbentuk cairan yang menghasilkan busa ketika dicampur dengan air dan disemprotkan ke area terbakar. Teknologi ini bekerja dengan menutup permukaan api menggunakan lapisan busa tebal yang mampu mengisolasi oksigen, menurunkan suhu, serta mencegah penyebaran api.

Baca Juga : Dinsos Banjarmasin Siapkan Rehabilitasi 125 Rumah Tak Layak Huni di 2026

Baca Juga : Dorong Percepatan Fasilitas Pendukung Jalan Bypass Banjarmasin–Batulicin

Dalam penanganan karhutla, liquid foam memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya mempercepat proses pemadaman, terutama pada lahan gambut dan vegetasi kering. Mengurangi penggunaan air, sehingga lebih efisien di wilayah yang sulit dijangkau.

Liquid foam juga mencegah titik api muncul kembali, karena membentuk lapisan pelindung di permukaan lahan dan ramah lingkungan, terutama jika berbahan alami dan mudah terurai.

Teknologi ini dinilai relevan untuk diterapkan di Kalsel yang setiap tahun menghadapi risiko karhutla saat musim kemarau.

Ronny juga menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan Jepang atas kontribusinya dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah. Ia berharap kerja sama ini dapat berlanjut melalui uji coba teknologi dan kolaborasi jangka panjang.

“Kunjungan ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi pemadam berbasis bahan alami yang efektif dan aman bagi lingkungan, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian karhutla secara berkelanjutan,” tandasnya. (rizqan)

Editor: Abadi