Identitas Mayat Lansia di Bedakan Komplek LLASDP 1 Jafri Zam-zam Belum Diketahui

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Mayat pria lanjut usia (Lansia) yang ditemukan warga di bedakannya Jalan Jafri Zam-zam wilayah komplek LLASDP 1, RT 40, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat belum terungkap.

Dikonfirmasi klikkalsel.com, Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman, melalui Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Hendra Agustian Ginting, mengatakan sampai saat ini, identitas mayat tersebut belum diketahui.

“Untuk identitas belum ada, untuk tanda-tanda kekerasan kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan medis,” ujarnya melalui pesan kepada klikkalsel.com Sabtu (7/8/2021).

Hingga sampai saat ini, mayat pria lansia yang diketahui warga sekitar sudah tinggal kurang lebih 1 tahun di kontrakan tersebut dan sering disapa Kai berusia kurang lebih 70 tahun itu, masih berada di Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin sambil menunggu ada keluarganya yang menjemput.

Diberitakan sebelumnya, mayat pria lanjut usia (lansia) di sebuah bedakan 4 pintu Komplek LLASDP 1, RT 40 itu pada Jumat kemarin (6/8/2021) sekitar pukul 19.00 Wita.

Baca Juga : Lansia Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Bedakan 4 Pintu

Baca Juga : Diduga Dipicu Masalah Dengan Mantan Istri, Seorang Pria di Alalak Nekat Gantung Diri

Ketika pemilik kontrakan Ana Febrianti (40) mendapat laporan dari keponakannya Aulia (30) yang juga mengontrak disana telah mencium bau tidak enak dari tempat tinggal Kai.

Mendapat kabar tersebut, Ana bersama suaminya lantas mengecek melalui pintu belakang dan Kai ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi tertelungkup sebelah kanan dan kondisi badan sudah membengkak berwarna ungu.

Pemilik bedakan 4 pintu tersebut mengatakan, lansia itu tinggal di bedakan miliknya sudah sekitar 1 tahun. Namun sampai sekarang ia mengaku tidak tahu identitas korban.

“Saya tidak tahu namanya itu, kalau warga di sini biasa memanggilnya Kai, usianya kurang lebih 70 tahun,” ujarnya.

Sehari hari, lansia tersebut diketahui warga berprofesi sebagai pengemis, dan ia tinggal sebatang kara dibedakan 4 pintu tersebut.

Lebih lanjut, Ana mengatakan terakhir ia bertegur sapa dengan Kai pada hari Rabu lalu (4/8/2021).

“Rabu itu terakhir bertegur sapa, kai menanyakan apa kabar kepada saya, setelah itu tidak pernah lagi melihat,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran