HSU kembali Dikepung Banjir, Polres dan Polsek Lakukan Antisipasi Wilayah

AMUNTAI, klikkalsel.com – Curah hujan yang tinggi di kawasan hulu sungai Tabalong dan Balangan, ditambah hujan dalam beberapa hari terakhir mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kini wilayah HSU dihadapkan dengan masalah banjir kiriman.

Dari pantauan, Rabu, (2/12/2020), debit air sungai Tabalong dan Balangan yang bermuara di kota Amuntai atau Sungai Negara mengalami peningkatan drastis.

Akibatnya kini sebagian wilayah dan rumah warga HSU yang berada di bantaran sungai, sebagian sudah mulai terendam air dengan ketinggian yang bervariasi mulai dari 5 cm hingga mencapai 1,2 cm, seperti yang terjadi di Desa Danau Terati, Kecamatan Banjang.

Selain kawasan permukiman, banjir juga telah merendam sejumlah Jalan Desa dan Jalan Utama Kabupaten, seperti di kawasan jalan Amuntai-Alabio-Desa Kota Raja, sebagian Palampitan Hulu di Kecamantan Amuntai Tengah, Jalan Trans Kalimantan Amuntai- Kelua di Kecamatan Amuntai Utara, serta kawasan Jalan Hermani Husein, yakni Jalan penghubung Kabupaten HSU-Balangan, di Desa Lok Bangkai dan Kalintamui, Kecamatan Banjang.

Mengantisifasi kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di titik-titik banjir tersebut, seperti di kawasan Kecamatan Banjang dipasang Police Line oleh Polsek setempat.

“Untuk meangtisipasi bahaya banjir, personil Polres HSU dan Polsek setempat melaksanakan pengamanan, pengaturan, patroli dialogis, sambang desa dengan memberikan sosialisasi antiasifasi bahaya banjir, melakukan pemasangan police line, agar pengguna jalan berhati-hati saat melewati lokasi banjir.” ungkap Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan melalui Kasubag Humas Iptu Alam SW.

Selain itu, pihaknya menyampaikan pesan Kamtibmas kepada seluruh warga masyarakat HSU agar masyarakat lebih hati-hati menghadapi musim penghujan, terutama di beberapa lokasi akses jalan yang rawan banjir.

Terkait rumah dan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di Kabupaten HSU, masih dalam proses pengumpulan data oleh BPBD Kabupaten HSU.(doni)

Editor : Amran