HPS Hidupkan Lahan Rawa “Raksasa” di Kalsel

Lahan Rawa Pasca Diolah Menjadi Lahan Tani di Desa Jejangkit Muara Kec. Jejangkit Kab. Batola. (foto : rizqon/klikkalsel)
Lahan Rawa Pasca Diolah Menjadi Lahan Tani di Desa Jejangkit Muara Kec. Jejangkit Kab. Batola. (foto : rizqon/klikkalsel)

MARABAHAN, klikkalsel – Berdasarkan data, ada 235.677 hektar lahan rawa terhampar luas di Kalimantan Selatan (Kalsel), diantaranya seluas 90.000 hektar adalah lahan potensial rawa lebak, yang dapat dimanfaatkan pertanian dan pertenakan.

Seiring dengan pelaksaan Agenda Hari Pangan Sedunia (HPS) pada Oktober mendatang, diambil lahan rawa seluas 4.000 hektar untuk percontohan di Desa Jejangkit Kecematan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.

Hal ini menjadi langkah awal Kalsel memanfaatkan lahan tidur yang cukup luas tersebar di beberapa kabupaten.

“Yang kita buka ini lahan tidur, kemarin Pak Danrem 101/Antasari bilang ada yang sampai 30 tahun tidak dikerjakan,” jelas Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Fathurrahman kepada awak media di area lahan HPS, Barito Kuala, Senin (16/7/2018) siang.

Fathurrahman juga menambahkan lahan rawa yang diolah untuk pertanian ke depan, dapat bermanfaat untuk para petani dan peningkatan hasil produksi padi.

“Kan di sini ada Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), jadi rencana kita, bisa untuk usaha tani, nantinya jadi beras kemasan, serta usaha-usaha lainnya seperti holtikultura dan irigasinya bisa untuk ikan,” sebutnya.

Dalam menyukseskan pelaksanaan HPS Ke-38, persiapan penggarapan lahan, bekerjasama dengan Jajaran TNI Korem 101/Antasari serta sejumlah pihak lainnya makin gencar dilakukan.

Upaya Pemerintah dan lapisan masyarakat mengarab lahan pertanian untuk kesuksesan HPS. (foto : rizqon/klikkalsel)

Ada 750 Hektar bakal menjadi lahan percontohan, ditanami bibit padi unggul jenis Infara 3. Diupayakan mampu panen dua hingga tiga dalam setahun. (rizqon)

Editor : Farid