Harga Jahe Merah “Pedas” Mencapai Rp120 Ribu

Para pedagang rempah kini sulit menjual Jahe sebab selain kosong harganya juga mahal (Foto: Azka/klikkalsel)
BANJARMASIN,klikkalsel.com– Sejak merebaknnya virus Corona atau Covid-19 masyarakat meyakini, salah satu obat hebal yakni rempah-rempah bisa mencegah penularan virus tersebut, salah satunya jahe merah. Kini harganya melambung naik mencapai Rp120 ribu.
Harga harga sebelum naik kisaran Rp35 sampai Rp40 ribu. Saat ini mencapai Rp120 ribu perkilonnya, itupun barangnya susah dicari. Ini tentu menjadi keluhan para ibu rumah tangga dan sejumlah pedagang.
Sumirah pedagang rempah-rempah di kawasan Pasar Lama mengatakan, seperti Jahe sejak dianggap sebagai obat herbal dalam pencegahan Covid-19 susah didapat kalaupun ada harganya naik dari biasanya.
“Kita tidak tau harganya tiba-tiba saja melambung tinggi menapai Rp120 ribu dan sampai saat ini sangat susah mencari jahe yang bagus” katannya, Senin, (30/3/2020).
Tak jauh beda pula dengan pengakuan Sanah, pedagang PAsar Antasari beberapa hari ini ia tak berjualan jahe karena sulit mendapatkannya hanya saja seperti kunyit, serai, temu lawak dan rempah lainnya.
“Cuma Jahe yang tak saya jual sebab lagi kosong ucapnnya,”
Senada dengan Joko, seorang pedagang Ronde yang mangkal setiap sorenya di kawasan Sungai Andai, Ia sangat sulit mencari jahe di pasaran, sebab jahe yang biasa ia beli dilangganannya terkadang ada dan juga kosong
“Sejak maraknnya isu jahe bagus untuk meningkatkan suhu tubuh dalam mencegah corono harga jahe merah dan putih melambung sangat tinggi dipenjual pedagang besar maupun kecil,” katannya.(azka)
Editor : Amran