Banjar

Guru Wildan Ajak Santrinya Tak Mudah Terhasut Hoax dan Do’akan Paman Birin

KH Muhammad Wildan Saman

MARTAPURA, klikkkalsel.com – Ulama masyhur Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berdomisili di Kota Serambi Mekkah Kabupaten Banjar, KH Muhammad Wildan Saman yang karib disapa Guru Wildan mengajak seluruh santrinya memunajatkan doa pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel berjalan kondusif dan kemenangan untuk Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Guru Wildan menyampaikan ajakan itu saat memberi tauziah di penghujung acara Wisuda Hafidz Al-Qur’an Darussalam yang digelar di Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Martapura, pada Senin malam (10/5/2021) hingga Selasa dini hari (11/5/2021). Dalam tausiyah, Guru Wildan juga menyampaikan terima kasih kepada Paman Birin memfasilitasi yang siarkan secara langsung di salah satu televisi lokal.

“Coba kalau misalnya kita kada disiarkan langsung, maka kasihan keluarga-keluarga santri yang malam ini tamat (hafidz Al Qur’an) tidak bisa menyaksikan langsung. Terima kasih kepada beliau (Paman Birin). Kita doakan semoga beliau mudah-mudahan diberikan Allah Taala kemenangan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Guru Wildan juga meminta para santrinya agar tidak percaya dengan kabar hoax atau kabar bohong yang bertujuan memfitnah untuk mengadu domba. Dia mencontohkan kabar hoax yang muncul secara masif terkait bencana banjir.

“Saat banjir kita justru harus banyak-banyak istigfar, banyak-banyak bertaubat, jangan malah menambahi dosa. Ini banjir malah menyalahkan pemerintah, menyalahkan bupati, menyalahkan gubernur karena mendapatkan berita-berita hoax yang tidak ada sumbernya, tidak bisa dipercaya dan bahkan bisa ditunggangi demi fitnah,” ungkapnya.

Menurut Guru Wildan, banjir yang melanda Martapura dan Kalsel semata kehendak Allah SWT. Tidak sepantasnya dijadikan bahan fitnah yang mengadu domba masyarakat dan memperkeruh suasana

“Banjir Ini kan fenomena alam. Jangan mau kita dibodohkan oleh berita-berita hoax menyalahkan pemerintah. Jadi menambahi dosa. Mari kembali ke Al Qur’an yang menganjurkan kita banyak taubah, banyak istigfar,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Guru Wildan mengingatkan para santirnya agar mengikuti pencoblosan ulang melalui PSU Pilkada Kalsel pada Rabu 9 Juni 2021.

“Ulun pada malam ini memberikan tauziah, maka ulun berkewajiban menyampaikan hal ini. Kita ini sebentar lagi akan melaksanakan PSU atau pemilihan suara ulang pada 9 Juni nanti. Kembali lagi menurut Al Qur’án, memilih dan mencoblos seorang pimpinan daerah seperti bupati atau gubernur merupakan kewajiban agama,” papar Guru Wildan.

“Jadi kita mencoblos itu kewajiban kita. Kalau kita kada mencoblos, kita menyalahi dalam agama sebab agama mewajibkan untuk memilih dan mengangkat satu pimpinan. Kalau kita kada mencoblos, kada memilih, berarti satu daerah itu akan kekosongan pemimpin,” imbuh dia.

Guru Wildan kemudian mengutip ayat Al Qur’an surat An-Nisa ayat 59 yang mengandung inti sari mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya, dan taat kepada ulil amri yaitu para pemimpin kaum muslimin dan para ulama.

“Dalam Al Qur’an disebut Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụla artinya taati Allah dan Rasulnya, kemudian wa ulil-amri yang artinya kewajiban kita untuk mentati pemerintah. Makanya memilih di PSU harus kita laksanakan karena kewajiban agama dan sekaligus kewajiban bernegara. Mari kita tunaikan ikut mencoblos untuk melaksanakan kewajiban kita,” pungkas Guru Wildan.

Untuk diketahui, putusan Mahkamah Konstitusi pada Maret lalu memerintahkan 7 kecamatan yang harus menggelar PSU. Tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Banjarmasin Selatan (Kota Banjarmasin), Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman, dan Kecamatan Astambul (Kabupaten Banjar) dan Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin.

Total TPS dari 7 kecamatan tersebut adalah sebanyak 827 TPS. Kabupaten Banjar zona tergemuk dengan jumlah 502 TPS, selanjutnya Kota Banjarmasin 301 TPS dan Kabupaten Tapin 24 TPS. (rizqon)

Editor : Akhmad

To Top