Gelar Workshop, Ibnu Sina Ajak 20 SKPD Belajar Mengambil Kebijakan dari Laporan Masyarkat

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Workshop Membuat Kebijakan Berbasis Bukti. (foto : fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Sub Bagian Pengaduan Bagian Humas dan Protokol Setdako Banjarmasin, menggelar Workshop Membuat Kebijakan Berbasis Bukti, di Meeting Room Best Western Kindai Hotel, Banjarmasin, Senin (26/8/2019).

Kegiatan Workshop tersebut diikuti sekitar 20 SKPD lingkup Pemko Banjarmasin serta dibuka langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Ibnu Sina mengatakan workshop yang digelar kali ini untuk membahas tindak lanjut laporan dari masyarakat, terutama laporan yang masuk melalui aplikasi berbasis Online.

“Bagaimana ketika sudah banyak laporan dari warga? Evidence base atau berbasis bukti, artinya usulan pembangunan berdasarkan bukti, misalnya ketika banyak pengaduan soal infrastruktur tindak lanjutnya adalah berdasarkan pengaduan dari masyarakat tersebut kita mengambil sebuah kebijakan untuk melaksanakan kegiatan program pembangunan di bidang infrastruktur,” ucapnya saat sambutan pembukaan Workshop tersebut.

Selain itu, ia juga mencontohkan sistem pengaduan berbasis bukti yang harus dilaksanakan ialah ketika ada kasus parkir liar yang dilaporkan masyarakat, maka tindak lanjut dari Pemko Banjamasin melalui Dinas Perhubungan Banjarmasin dengan mengambil kebijakan pembuatan peraturan dilarang parkir atau membangun fasilitas seperti gedung parkir di kawasan yang dilaporkan masyarakat tersebut.

“Dengan Workshop ini kita belajar menganalisis laporan dari masyarakat, yang kemudian dilakukan dalam bentuk kebijakan, bisa dari aspek yang sangat mendasar seperti peraturan atau tindak lanjutnya, misalkan pembangunan fisik apa yang harus dibangun, kemudian pengaturan seperti apa di lapangan yang harus kita lakukan,” tandasnya.

Oleh Sebab itu, ia berharap SKPD Pemko Banjarmasin yang masuk dalam daftar 20 teratas diajak untuk duduk bersama dalam workshop ini dan belajar tentang bagaimana menyikapi kemudian mengambil sebuah kebijakan. (fachrul)

Editor : Farid