TANJUNG, Klikkalsel.com – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK) Tabalong, Komisi I DPRD setempat melakukan konsultasi dan koordinasi ke Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia pada hari Senin (17/2/2025).
Komisi I yang juga didampingi Ketua dan Wakil Ketua I banyak berdiskusi sekaligus mencari dukungan kementerian dalam hal penyediaan instruktur atau tenaga pelatihan yang kompeten khususnya di pelatihan mekanik alat berat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabalong Hj Noor Faridah mengharapkan putra daerah dapat terserap secara maksimal di dunia kerja khususnya sektor pertambangan.
Baca Juga :Â Pemkab Tabalong Ikut Meriahkan Puncak HPN 2025
Baca Juga :Â Pemkab Tabalong Berikan Apresiasi Kinerja Keuangan Perangkat Daerah Pada SKPD
“Kesempatan kerja di Tabalong terbuka lebar namun tentu tuntutan standar kapasitas yang diperlukan juga harus kita sesuaikan melalui pelatihan kerja bagi putra putri Tabalong”, jelas Hj Noor Faridah.
Pihak Kementerian Tenaga Kerja melalui Direktur Pembinaan Instruktur dan Tenaga Pelatihan Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, Dodi Setiadi sudah membuka jalan agar Pemerintah Daerah melakukan kerjasama dengan Balai Besar Latihan Kerja yang ada di Kalimantan Timur untuk menyiapkan instruktur dan tenaga pelatihannya.
“Nanti buat juga kesepakatan dengan perusahaan tambang yang ada terkait kebutuhan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan”, Jelas Dodi Setiadi.
Sementara itu anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong, Hj Sumiati akan terus mendorong Dinas Tenaga Kerja untuk menambah jumlah instruktur yang berkompeten sehingga hasil dari program pelatihan kerja di Tabalong lebih berkualitas lagi.
“Tentu kami akan mendukung baik untuk meningkatkan infrastruktur maupun anggarannya”, jelas Hj Sumiati.
Politisi asal PKS tersebut juga menambahkan bahwa apa yang sedang di usahakan oleh DPRD ini seiring sejalan dengan program prioritas Tabalong 5 tahun kedepan yang ingin menciptakan 15.000 tenaga terampil. (Dil/adv)





