Organisasi

DPD AMPI Kalsel Minta H2D Kaji Ulang Indek Kepemudaan

DPD AMPI Kalsel

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejumlah organisasi kepemudaan juga ikut memperhatikan jalannya debat final dua pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur (cagub dan cawagub) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlangsung Sabtu malam (28/11/2020).

Sejumlah kicauan pun terlontar begitu melihat kedua pasangan cagub dan cawagub Kalsel di atas panggung debat saling mempertahankan argumennya berdasarkan data.

Salah satunya Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Kalsel, Rikval Fachruri menilai, debat terakhir yang diselanggarakan KPU Kalsel, pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1 H Sahbirin Noor – H Muhidin (BirinMu) terlihat tampil sangat bersemangat dan penuh energik.

“Apa yang disampaikan pasangan cagub dan cawagub nomor urut 1 menguasai materi-materi yang ada dan juga pasangan calon menyampaikan berdasarkan pengalaman,” ucapnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan orang yang akrab disapa Paman Birin itu, tentu mengarah pada visi dan misi yang sudah disiapkan untuk periode selanjutnya.

Selain itu, ia juga menilai apa yang dikedepankan oleh pasangan BirinMu saat debat final tidak jauh dari tema debat.

“Yaitu terkait infrastruktur kemudian soal pertanian, kita melihat Paman Birin sudah berhasil meregenerasi petani, terutama petani muda yang ada di kalsel untuk bergerak bersama sama dalam memajukan perekonomian di tingkat pertanian,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya sangat optimis dengan pasangan BirinMu pada 9 Desember nanti akan memenangkan pesta Demokrasi dipenghujung tahun 2020.

“Karena BirinMu adalah sosok pemimpin yang merakyat juga tidak mencari kesalahan-kesalahan siapapun, dan pasangan calon nomor urut satu hanya optimis bergerak kedepan untuk kemajuan banua,” tuturnya.

Sementara itu, ia juga menanggapi pertanyaan Pasangan cagub dan cawagub nomor urut 2 H Denny Indrayana – Defriadi (H2D) terkait Indek kepemudaan di Kalsel berada diposisi 34 dari 34 provinsi, agar ditinjau lagi.

“Itu data dari mana, kalau data di 2015-2016 itu memang betul di angka 34 tapi coba cek lagi, untuk data tersebut di tahun 2019-2020. Angka itu mengalami kenaikan dan silahkan tinjau ulang kembali terkait data tersebut,” tegasnya.

Kendati demikian, indek pembangunan pemuda berdasarkan dari beberapa faktor, mulai dari faktor kesetaraan gender juga terkait kesejahteraan masyarakat dan kepemimpinan.

“Nah, indek kita tentu naik, coba cek lagi. Jadi tidak betul jika kita berada diurutan 34,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, peran kepemudaan dalam pembangunan di Kalsel tentunya sangat diperlukan untuk mengisi yang ada di kalsel.

“Ini harus kita dorong bersama-sama, bukan hanya peran pemuda saja, tentu dukungan pemerintah setempat juga diperlukan untuk mengisi ruang-ruang kepemudaan,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top