MARTAPURA, klikkalsel.com – Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banjar menarget 70 persen masyarakat yang sudah tervaksin pada akhir tahun 2021.
Namun, masih ada hal yang harus diperbaiki untuk capaian tersebut, yakni capaian vaksinasi di Kabupaten Banjar terhambat dengan masalah sinkronisasi data.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso saat Rapat Koordinasi dalam rangka Anev Capaian Vaksinasi di Kabupaten Banjar, di Aula Tri Brata Polres Banjar, Senin (27/12/2021).
Kapolres mengatakan, tercapainya target vaksinasi pada akhir tahun diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar memperkuat sistem data masyarakat yang sudah tervaksin.
“Permasalahan data juga menjadi penghambat percepatan vaksinasi. Karena terdapat selisih data 7.300, antara rekapan manual dengan data dari dashbord KPC- PEN,” terangnya.
“Belum semua sasaran yang divaksin diinputkan kedalam aplikasi P Care. Banyak data NIK yang telah terpakai di tempat lain sehingga tidak dapat diinputkan,” tambah AKBP Doni Hadi Santoso.
Sementara, Sekda Banjar, HM Hilman, menyampaikan saat ini percepatan vaksinasi akan menjadi pekerjaan tambahan, agar target 70 persen masyarakat yang sudah divaksin pada akhir tahun tetap dapat tercapai.
“Dalam beberapa Minggu ini memang mengalami kenaikan persentase capaian vaksinasi, namun kenaikannya masih rendah, untuk sementara yang tercapai data capaian vaksin hingga saat ini 54,08 persen,” ungkapnya.
“Jadi kita harus mengejar kurang lebih 15,92 persen dari total target masyarakat yang harus divaksinasi sehingga untuk mencapai target tersebut harus dilakukan vaksin sebanyak 18.000 orang,” jelas Hilman.
Hilman menambhakan, capain tersebut diperlukan kerjasama seluruh pihak untuk mensukseskan dan harus dilakukan secara jemput bola ke masyarakat secara langsung.
Selain itu kata dia, penyesuaian data akan dilakukan dengan cara pembagian data vaksinasi beserta waktu, di Kecamatan Martapura yang melibatkan seluruh instansi.
“Terkait pengerahan massa untuk vaksinasi dikoordinasikan oleh kecamatan dan vaksinator dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Sementara itu Kadinkes Banjar dr. Diauddin pihaknya saat ini melakukan upaya vaksinasi door to door, selain mempermudah akses bagi para lansia sekaligus menyampaikan informasi yang benar terkait vaksinasi kepada mereka.
“Masyarakat harus benar-benar diberikan pemahaman terkait dampak vaksinasi. Pemerintah selain memberikan edukasi juga mengikat dengan regulasi. Diharapkan semua orang akhirnya akam meminta vaksinasi,” pungkasnya.(putra)
Editor : Amran





