PULAU LAUT, klikkalsel – Banyaknya perusahaan industri sejumlah bidang yang beroperasi di Bumi Sa’ijaan julukan Kabupaten Kotabaru, seolah menjadi ‘lampu kuning’ bagi pemerintah setempat.
Pasalnya Pemkab Kotabaru harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di tengah persaingan dunia kerja.
Kendati, ditakutkan lapangan kerja yang tersedia dari perusahaan-perusahaan didominasi orang luar.
“Yang agak bergengsi juga, bukan hanya jadi wakar dan ceker, kami minta di level-level yang bagus. Karena kami punya perguruan tinggi, BLK (Balai Latihan Kerja), kami sudah siapkan. Kami juga baru selesai pelatihan operator alat berat,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotabaru Sugian Noor, kepada awak media, akhir pekan tadi.
Dia menegaskan tak ingin warganya jadi kacung di tanah sendiri. Terlebih, menurutnya perusahaan harus memprioritaskan tenaga kerja lokal sekitar 75 persen dari total karyawan.
“Bapak Bupati Sayed Jafar sangat konsen, kalau perlu tenaga kerja yang dibutuhkan itu kita adakan di Kotabaru,” ucap Sugian Noor saat menyampaikan amanah Bupati Kotabaru.
Ia menekankan tenaga kerja lokal adalah harga mati. Pasalnya pemerintah telah menyiapkan SDM yang dibutuhkan, kecuali andai tenaga kerja lokal tak tersedia, maka pemerintan mempersilahkan pihak lain.
Khusus terkait PT. Silo Group yang bakal beroperasi di Pulau Laut, setelah menang persidangan atas Pemprov Kalsel yang mengajukan Kasasi di Mahkamah Agung (MA), Sugian Noor menegaskan PT Silo Group harus mematuhi aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
“Apapun perintah pimpinan, perintah negara, dan perintah hukum, kami akan mematuhi. Tetapi pelaksanaan di lapangan yang namanya kepentingan masyarakat lokal itu juga perhatian,” lanjutnya.
Sugian Noor yang juga selaku Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Pulau Laut mengingatkan perusahaan agar tidak pilih kasih dalam merekrut tenaga kerja. Pasalnya, apabila hal itu terjadi maka patut diwaspadai akan terjadi konflik di masyarakat.
“Konflik itu akan muncul dari masyarakat lokal yang tersisihkan karena tidak merasa untung dengan adanya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kotabaru,” pungkasnya. (rizqon)
Editor : Farid





