Budidaya Ikan Gabus Jadi Produk Andalan Kecamatan Pugaan, Hasilkan Nilai Ekonomi Bagi Masyarakat

Panen pertama ikan gabus secara simbolis yang dilakukan Pj Bupati Tabalong, Hj Hamidah Munawarah (foto: dokumen klikkalsel)

TANJUNG, Klikkalsel.com – Budidaya hingga produksi olahan dari ikan Gabus kini menjadi produk andalan Kecamatan Pugaan.

Hal ini tak terlepas dari tingginya permintaan dan minat masyarakat terhadap ikan Gabus.

Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza menyampaikan saat ini kelompok perikanan Bangun Tower Desa Pugaan sangat rajin membudidayakan ikan Gabus.

Program ini baru dijalankan tahun ini, dan mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakatnya.

“Budidaya ikan Gabus ini dari pembenihan, bibit, pembesaran dan sekaligus pengolahan (telah dilakukan oleh kelompok UMKM yang ada di desa tetangga yakni Desa Jirak Kecamatan Pugaan,” ucapnya.

Farith mengatakan ikan Gabus kini telah dikirim ke luar kabupaten dan provinsi tetangga.

“Inj sudah berproduksi, mulai dijual dan dikirim ke kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan provinsi tetangga Kalimantan Tengah di Katingan,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, pengiriman bibit ikan Gabus ke luar daerah ini hingga puluhan ribu.

“Kalau Kabupaten Katingan 20 ribu dan 10 ribu ke Hulu Sungai Tengah kita kirim,” bebernya.

Ia pun menjelaskan bukan hanya bibit ikan Gabus, produk olahan yang telah dilakukan oleh kelompok UMKM yang ada di desa tetangga yakni Desa Jirak Kecamatan Pugaan dari ikan tersebut juga menjadi primadona masyarakat.

Bekerjasama dengan PT Pertamina Ep Tanjung, pihak kelompok perikanan mampu memasarkan hingga luar daerah.

Selama sebulan, paling tidak pihaknya menghabiskan satu kuwintal lebih ikan Gabus untuk dijadikan Albomin dan Abon yang sebagian bahan bakunya masih di dapat dari penangkapan di alam dan diharapkan dengan adanya pembesaran ikan gabus ini bisa memenuhi permintaan pasar akan abon ikan haruan dan albomin.

Baca Juga Bantuan Ternak Kambing dan Sapi di Desa Uwie Berhasil Ciptakan Sentral Ternak di Wilayah Utara Tabalong

Baca Juga Tingkatkan Literasi Masyarakat, Dispersip Tabalong Adakan Lomba Menggambar Untuk Pelajar

“Produksi Albomin dan Abon ini sudah dikenal dan didukung Pertamina, sudah berjalan dua tahun. Untuk produksi satu bulan kadang-kadang satu kuwintal yang diperlukan untuk abon, untuk albomin dua kali lipatnya,” ujar Farith.

Farith menyampaikan budidaya yang dilakukan saat ini turut mendukung produksi olahannya.

“Dengan adanya pembibitan ini bisa terpenuhi pembuatan produksi olahan tadi,” ucapnya.

Terlepas dari nilai ekonomis yang didapat, diharapkan apa yang dilakukan pihaknya ini mampu mendukung Tabalong menjadi penyangga IKN.

“Pugaan bergerak dalam hal ini supaya menunjang kebutuhan disana (IKN), mudah-mudahan yang dilakukan ini menyokong Tabalong sebagai penyangga IKN,” katanya.

Ia pun berharap program ini terus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah terutama instansi terkait.

“Harapan kami ada perhatian lebih dari dinas terkait, supaya program ini lebih berkembang lagi kedepannya,” harap Farith.

Sementara itu, Kelompok Tani Pugaan, Akhmad Ridha Fani turut bersyukur apa yang dikerjakan membawa manfaat bagi masyarakat dan Tabalong.

Bahkan, program yang digerakkan para kelompok tani menjadi rujukan dari universitas dan dinas provinsi.

“Kemarin ada kunjungan dari Dinas Perikanan provinsi dan Universitas Lambung Mangkurat, mereka melihat program budidaya ikan Gabus kami,” ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya mengharapkan ada bantuan fasilitas pendukung untuk pembibitan ikan Gabus tersebut.

“Kami masih kekurangan tempat produksi pakan untuk ikan Gabus ini, selama mengambil di Banjar. Selain itu kami masih kekurangan tempat budidaya yang besar, saat ini cuma di kolam terpal biasanya kalau sudah besar dipindah ke kolam tanah. Lahan ini masih kekurangan kami, perpindahan tempat ini agar mempercepat pertumbuhan ikan,” katanya.

Ridha pun berharap pemerintah daerah ataupun instansi terkait bisa membantu dalam pengadaan fasilitas tersebut. (dilah/adv)

Editor: Abadi