Langsung ke konten
Breaking News
Diduga Bakar 17 Borongan Lahan Pakai Bambu, Petani Lansia di Simpur Dibekuk Polisi Humanis, Kapolsek Banjarmasin Selatan Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan yang Berlumuran Darah Melonjak Pesat, ISPA di Kalsel Tembus 27.738 Kasus Aliran Dana Dugaan Korupsi Aplikasi SDI Disdik Banjarmasin Sebesar Rp5 Miliar lebih Mulai Dibongkar di Persidangan Tuntutan Tak Temui Titik Temu, Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Memanas
Klikkalsel.com
Klikkalsel.com
  • Home
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Banjar
    • Batola
    • Tanah Bumbu
    • Banjarbaru
    • Tanah Laut
    • Tapin
    • HSS
    • HST
    • HSU
    • Balangan
    • Tabalong
  • Peristiwa & Hukum
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Religi
  • Pendidikan
  • Advertorial
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemko Banjarbaru
    • Pemkab Batola
    • Pemkab Banjar
    • Pemkab HST
    • Pemkab Balangan
    • Pemkab Tabalong
    • Pemkab Tanah Bumbu
    • Pemkab Kotabaru
    • BPJS Ketenagakerjaan
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Bank Kalsel
    • Kementerian ATR/BPN
    • PTAM Intan Banjar
  • Headline
  • Barito Putera
  • Pemerintahan
  • Sejarah
  • Video
  • Tahukah Kamu
Beranda Budaya Belogo Permainan Tradisional yang Asyik Dimainkan Warga Kandangan
Budaya, HSS  

Belogo Permainan Tradisional yang Asyik Dimainkan Warga Kandangan

Klikkalsel.com
9 Oktober 2022, 09:33

KANDANGAN, klikkalsel.com – Balogo adalah salah satu permainan khas Kalimantan atau tradisional di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dilakukan oleh anak-anak, remaja dan orang dewasa pada umumnya, baik kaum pria maupun perempuan.

Bahkan, seiring berkembangnya zaman, Balogo juga berfungsi sebagai olahraga yang juga mulai diperlombakan di beberapa acara pemerintah daerah.

Hal tersebut, tidak lain sebagai upaya untuk tetap melestarikan permainan tradisional tersebut.

Seperti dilakukan warga Kandangan, Suferi Ys (45) yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Balogo Seluruh Indonesia (Porgosi) HSS.

Hampir setiap malam dia bersama teman-temanya melakukan permainan tradisional tersebut sambil bercengkrama dan menjalin silaturahmi antar sesama warga.

“Terkecuali minggu malam (Malam Senin) dan kamis malam (Malam Jumat) tidak ada yang main,” kata Suferi Ys, Sabtu (8/10/2022).

Bahkan, kata Suferi Ys terkadang juga ada teman-teman belogo yang datang dari Kabupaten tetangga datang dan bermain di Kandangan.

“Barabai dan Rantau kadang datang kesini main,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, permainan dilakukan dengan memukul logo dengan alat bernama penapak atau campa yang bentuknya seperti stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 centimeter dengan tebal 2 centimeter dari garis penarikan melewati garis pematian.

Baca Juga : Paman Birin Ajak Masyarakat Menggelorakan Olahraga Balogo

Baca Juga : Meriahkan HUT Kabupaten HST ke-62, Disporapar bersama Komunitas BALO-M Gelar Lomba Balogo

Untuk Logo, terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5 sampai 7 centimeter dan ketebalan antara 1 sampai 2 centimeter dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul agar menjadi berat dan kuat.

“Bentuk logo bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun, bundar dan hati atau amor,” jelasnya.

Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan target yang dipasang saat bermain.

Permainan balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara berkelompok 3 sampai 5 orang.

Dengan demikian jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.

Karenanya inti dari permainan balogo ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan target dan yang paling banyak dapat merobohkan target akan menjadi pemenangnya tanpa keluar dari lintasan belogo. (airlangga)

Editor : Akhmad

Belogo Kandangan Permainan Tradisional

Baca Juga

Anggaran Kebudayaan Kalsel Naik Menjadi Rp 33,87 Miliar
Hasnur Group Kembali Dukung Tapin Art Fest 2026, Perkuat Budaya dan Ekonomi Lokal
Sosialisasi dan Jelajah Cagar Budaya Ajak Pelajar Kenali Situs Budaya Balangan
Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII Perkuat Identitas Budaya dan Pariwisata Desa Liyu
Badewa, Prosesi Penyembuhan Leluhur Dayak Bakumpai yang Tetap Bertahan di Zaman Modern
KKB Pusat Lestarikan Tradisi 10 Muharram, Bagikan Bubur Asyura untuk Masyarakat Banjarmasin

Klikkalsel.com
  • Tim Redaksi
  • Tentang Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
Copyright © 2024 klikkalsel.com - All right reserved
  • Home
  • Kategori
    • Peristiwa & Hukum
    • Politik
    • Ekonomi & Bisnis
    • Religi
    • Sejarah
    • Budaya
    • Pemprov Kalsel
    • Tahukah Kamu
  • Advertorial
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemko Banjarbaru
    • Pemkab Banjar
    • Pemkab Batola
    • Kementerian ATR/BPN
    • Pemkab HST
    • Pemkab Balangan
    • Pemkab Tabalong
    • Pemkab Tanah Bumbu
    • Pemkab Kotabaru
    • BPJS Ketenagakerjaan
    • Yamaha
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Bank Kalsel
    • PTAM Intan Banjar
  • Laman
    • Tim Redaksi
    • Tentang Kami
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Pedoman Media Siber