Langsung ke konten
Breaking News
Foto Pejabat Diedit di Media Sosial, Bisa Berujung Pidana. Ini Penjelasan Akademisi Hukum Pengangkatan Kapal Virgo Ditarget Oktober, Penunjukan Vendor dari Amerika atau Inggris Segera Dipilih Nahkoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Polisi Dalami Pihak Lain Ini Daftar Nama 51 Jenazah Korban KM Virgo Yang Teridentifikasi, 23 Masih Diproses DVI Polda Kalsel Polisi Tetapkan Sopir Truk Jadi Tersangka Kecelakaan Maut yang Tewaskan Siswi SMA
Klikkalsel.com
Klikkalsel.com
  • Home
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Banjar
    • Batola
    • Tanah Bumbu
    • Banjarbaru
    • Tanah Laut
    • Tapin
    • HSS
    • HST
    • HSU
    • Balangan
    • Tabalong
  • Peristiwa & Hukum
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Religi
  • Pendidikan
  • Advertorial
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemko Banjarbaru
    • Pemkab Batola
    • Pemkab Banjar
    • Pemkab HST
    • Pemkab Balangan
    • Pemkab Tabalong
    • Pemkab Tanah Bumbu
    • Pemkab Kotabaru
    • BPJS Ketenagakerjaan
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Bank Kalsel
    • Kementerian ATR/BPN
    • PTAM Intan Banjar
  • Headline
  • Barito Putera
  • Pemerintahan
  • Sejarah
  • Video
  • Tahukah Kamu
Beranda Budaya Belogo Permainan Tradisional yang Asyik Dimainkan Warga Kandangan
Budaya, HSS  

Belogo Permainan Tradisional yang Asyik Dimainkan Warga Kandangan

Klikkalsel.com
9 Oktober 2022, 09:33

KANDANGAN, klikkalsel.com – Balogo adalah salah satu permainan khas Kalimantan atau tradisional di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dilakukan oleh anak-anak, remaja dan orang dewasa pada umumnya, baik kaum pria maupun perempuan.

Bahkan, seiring berkembangnya zaman, Balogo juga berfungsi sebagai olahraga yang juga mulai diperlombakan di beberapa acara pemerintah daerah.

Hal tersebut, tidak lain sebagai upaya untuk tetap melestarikan permainan tradisional tersebut.

Seperti dilakukan warga Kandangan, Suferi Ys (45) yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Balogo Seluruh Indonesia (Porgosi) HSS.

Hampir setiap malam dia bersama teman-temanya melakukan permainan tradisional tersebut sambil bercengkrama dan menjalin silaturahmi antar sesama warga.

“Terkecuali minggu malam (Malam Senin) dan kamis malam (Malam Jumat) tidak ada yang main,” kata Suferi Ys, Sabtu (8/10/2022).

Bahkan, kata Suferi Ys terkadang juga ada teman-teman belogo yang datang dari Kabupaten tetangga datang dan bermain di Kandangan.

“Barabai dan Rantau kadang datang kesini main,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, permainan dilakukan dengan memukul logo dengan alat bernama penapak atau campa yang bentuknya seperti stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 centimeter dengan tebal 2 centimeter dari garis penarikan melewati garis pematian.

Baca Juga : Paman Birin Ajak Masyarakat Menggelorakan Olahraga Balogo

Baca Juga : Meriahkan HUT Kabupaten HST ke-62, Disporapar bersama Komunitas BALO-M Gelar Lomba Balogo

Untuk Logo, terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5 sampai 7 centimeter dan ketebalan antara 1 sampai 2 centimeter dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul agar menjadi berat dan kuat.

“Bentuk logo bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun, bundar dan hati atau amor,” jelasnya.

Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan target yang dipasang saat bermain.

Permainan balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara berkelompok 3 sampai 5 orang.

Dengan demikian jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.

Karenanya inti dari permainan balogo ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan target dan yang paling banyak dapat merobohkan target akan menjadi pemenangnya tanpa keluar dari lintasan belogo. (airlangga)

Editor : Akhmad

Belogo Kandangan Permainan Tradisional

Baca Juga

Kementerian Kebudayaan Apresiasi Arkais Festival: Gairah Muda Ekosistem Sastra
Jangan Salah Paham, Budaya Makan Batalam Bakipas Pangeran Bukan Simbol Feodalisme
Supian HK Soroti Pengawasan Habitat dan Kelayakan Kapal
500 Peserta Ramaikan Baayun Maulid, Tradisi Banjar yang Ingin Diangkat hingga Nasional
Barabai Diguyur Hujan Deras, Warga Berharap Karhutla Mereda
Syekh Yusuf Dulu, Kini dan Nanti: Relevansi Pemikiran Sang Pahlawan Dua Negara

Klikkalsel.com
  • Tim Redaksi
  • Tentang Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 klikkalsel.com - All right reserved
  • Home
  • Kategori
    • Peristiwa & Hukum
    • Politik
    • Ekonomi & Bisnis
    • Religi
    • Sejarah
    • Budaya
    • Pemprov Kalsel
    • Tahukah Kamu
  • Advertorial
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemko Banjarbaru
    • Pemkab Banjar
    • Pemkab Batola
    • Kementerian ATR/BPN
    • Pemkab HST
    • Pemkab Balangan
    • Pemkab Tabalong
    • Pemkab Tanah Bumbu
    • Pemkab Kotabaru
    • BPJS Ketenagakerjaan
    • Yamaha
    • PLN UIP3B Kalimantan
    • Bank Kalsel
    • PTAM Intan Banjar
  • Laman
    • Tim Redaksi
    • Tentang Kami
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Pedoman Media Siber