Barabai Diguyur Hujan Deras, Warga Berharap Karhutla Mereda

Warga menyambut turunnya hujan dengan penuh rasa syukur.

BARABAI, klikkalsel.com – Hujan deras mengguyur Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Turunnya hujan setelah kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini disambut syukur oleh warga.

Mereka berharap hujan dapat membantu membasahi lahan yang masih rawan terbakar sekaligus mengurangi asap yang belakangan menyelimuti sejumlah wilayah di Kalsel.

“Alhamdulillah, akhirnya hujan juga turun. Mudah-mudahan hujan ini bisa membantu meredakan karhutla dan asap, serta membuat udara kembali lebih nyaman,” ujar Fadli, salah satu warga Barabai.

Hujan di Barabai ini menjadi kabar baik di tengah upaya penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalsel.

Sebelumnya, hujan juga membasahi Tanjung, Kabupaten Tabalong, pada Sabtu (5/9/2026) malam. Hujan tersebut turun setelah Kalsel mengalami kemarau cukup panjang yang diperparah dengan kabut asap akibat karhutla.

Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilakukan di Kalsel. Operasi ini memanfaatkan awan potensial yang tersedia untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran.

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai keberadaan awan yang berpotensi untuk disemai.

“Di tanggal 3 kemarin kita mendapatkan informasi akan adanya awan potensial yang dapat dilakukan operasi modifikasi cuaca di tanggal 5 sampai dengan 8 September,” ujar Ariansyah di Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga : Kalsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan 2–8 September, Ini Wilayahnya!

Baca Juga : Ribuan Orang Ikuti Salat Istisqa di Sabilal Muhtadin , Pemprov Kalsel Mohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti BPBD Kalsel melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan pelaksanaan OMC.

Ariansyah menyebutkan, pada Sabtu (5/9/2026), satu sorti penerbangan OMC telah dilakukan dengan menyasar wilayah utara Kalsel, khususnya Kabupaten HST dan Tabalong.

“Pada hari ini telah dilaksanakan satu sorti penerbangan untuk operasi modifikasi cuaca di wilayah utara Kalimantan Selatan, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Tabalong, dan telah dilaksanakan semai,” katanya.

Penyemaian dilakukan pada awan yang dinilai memenuhi kondisi untuk dikembangkan menjadi hujan. Setelah penerbangan OMC dilaksanakan pada sore hari, BMKG juga menyampaikan adanya potensi hujan pada malam harinya.

“Pada malam hari tadi diinformasikan oleh BMKG juga ada potensi hujan,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer serta ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk disemai.

Karena itu, pesawat dan bahan semai telah disiapkan sejak awal sehingga dapat segera digunakan ketika awan potensial terpantau.

“Pesawat dan juga bahan semai memang sudah ready kita siapkan sambil menunggu ketersediaan awan yang berpotensi untuk disemai,” ujarnya.

Ariansyah menegaskan, OMC masih akan dilanjutkan apabila dalam beberapa hari ke depan kembali ditemukan awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian.

“Apabila nanti dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi awan semainya, maka OMC akan tetap dilanjutkan,” pungkasnya. (rizqan)

Editor: Abadi