Begini Tanggapan Ketua DPRD Kalsel Terkait Pemindahan Ibukota Kalsel ke Banjarbaru

Ketua DPRD Kalimantan Selatan (kalsel) Supian HK

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketua DPRD Kalsel H Supian HK memberikan tanggapan posisitif terkait pemindahan Ibukota Provinsi Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru.

Komentar H Supian HK sehubungan pengesahan Rancangan Undang Undang (RUU) Republik Indonesia diantaranya mengenai pemindahan ibukota Kalsel.

Apa yang disampaikan H Supian HK cukup beralasan, bukan karena sudah bosan dengan Banjarmasin, tapi dalam pengembangan ke depan yang lebih maju dan Banjarbaru cocok menjadi ibukota provinsi.

“Pindahnya ibukota Kalsel ke Banjarbaru, mungkin pengembangan Banjarmasin bisa lebih fokus sebagai kota niaga atau perdagangan dan jasa, karena memiliki pelabuhan laut,” ujarnya.

Selain itu ujarnya, penduduk Banjarmasin sudah padat, serta secara geografis berada di bawah permukaan laut sehingga ketika hujan turun bersamaan dengan air pasang beberapa kawasan jadi terendam dan lambat pengeringannya.

“Keadaan tersebut menjadi kurang enak sebagai sebuah ibukota provinsi yang tak luput dari kunjungan tamu,” ujarnya.

Baca Juga : Pemerhati Kebijakan Publik Kritisi UU Provinsi Yang Memindah Ibukota Kalsel

Baca Juga : Banjarbaru Gantikan Banjarmasin Sebagai Ibukota, Rifqi Nizamy: Tak Ada Penolakan Saat RUU

Baca Juga : Soal Pemindahan Ibukota, Ibnu: Ini Bikin Undang-undang boss! Bikin Perda Saja Ada Uji Publik

Ia juga menilai, Banjarbaru secara geografis berada pada dataran tinggi sehingga relatif lebih mudah penataan pembangunan. Karena selain memiliki lahan yang luas sehingga mudah untuk pengembangan, juga merupakan daerah yang sedang tumbuh dan berkembang.

Selain itu ia juga menilai sejak dulu ada keinginan memindah ibukota Kalsel dari Banjarmasin sebagai “kota bandar” (pelabuhan) ke Banjarbaru.

“Kalau tidak salah ide Banjarbaru sebagai ibukota provinsi atau pusat pemerintahan provinsi (Pemprov) Kalsel sejak Gubernur Murdjani. Karenanya sejak waktu itu ada beberapa kantor tingkat provinsi berkedudukan di Banjarbaru,” ungkapnya.

“Kemudian digagas kembali masa Gubernur H Rudy Ariffin untuk membuat pusat perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, dan diback-up Gubernur H Sahbirin Noor atau Paman Birin,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak agar tidak terlalu mempersoalkan pemindahan ibukota Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru, tetapi bagaimana cara supaya Banua yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota ke depan lebih maju lagi.

“Mari kita fokus membangun Banua Kalsel agar semakin maju. Apalagi sebagai Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Negara (IKN) yang baru nanti yang berkedudukan di Kalimantan Timur (Kaltim),” ajaknya.

“Mari kita menggali hal-hal yang positif di balik pemindahan ibukota Kalsel dari Banjarmasin ke Banjarbaru yang hanya berjarak sekitar 35 kilometer. Jangan tonjolkan hal-hal negatif yang justru bisa menjadi penghambat kemajuan Kalsel yang lebih mapan,” demikian Supian HK.(azka)

Editor : Amran