Kalsel  

Ancaman Karhutla Diprediksi hingga Akhir Tahun, Gubernur Muhidin Ajak Ambil Peran Bantu Penanganan

Aksi Gubernur Kalsel H. Muhidin ikut memadamkan kobaran api karhutla bersama personel gabungan guna mencegah meluasnya kabut asap.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat. Gubernur Kalsel H. Muhidin pun meminta masyarakat tak hanya menunggu petugas, tetapi ikut bergerak membentuk tim swadaya untuk membantu menangani kebakaran di wilayah masing-masing khususnya dalam hal penyampaian informasi.

Ajakan itu ditujukan kepada masyarakat, perusahaan hingga mahasiswa. Tim yang dibentuk nantinya diminta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel agar dapat bergerak bersama petugas di lapangan.

“Meminta masyarakat ikut berperan aktif melaporkan apabila terlihat adanya tindakan yang mengarah ke kebakaran liar,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Muhidin bahkan mendorong tim swadaya tersebut memiliki pola seperti Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Selain membantu ketika terjadi kebakaran, tim ini diharapkan ikut memantau kondisi di wilayah masing-masing dan cepat melaporkan jika menemukan titik api.

“Kita membentuk tim, nanti laporkan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan untuk bagaimana, di mana kita tempatkan, supaya kita ada posko-posko yang kita siapkan,” imbuhnya.

Menurut Muhidin, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena ancaman karhutla diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Ia menyebut berdasarkan perkiraan BMKG, kondisi kemarau berpotensi terjadi sampai Desember.

Karena itu, ia meminta warga tidak ragu melapor ketika menemukan titik api, terlebih jika kebakaran sulit dipadamkan secara mandiri.

Baca Juga : Mahasiswa Geruduk DPRD Kalsel, Soroti Karhutla, Listrik Padam hingga Antrean BBM

Baca Juga : Rakor Karhutla dan Kekeringan, Bupati Tabalong Dorong Kesiapsiagaan dari Desa

“Ini untuk kita supaya lebih cepat menangani kalau ada terjadi karhutla atau api,” ucapnya.

Tak hanya mengandalkan kekuatan dari darat, pemerintah juga memperkuat pemadaman melalui udara. Muhidin mengatakan Kalsel kini memiliki tambahan satu helikopter water bombing, sehingga total tiga helikopter disiapkan untuk membantu memadamkan karhutla.

“Kalau ada titik api yang tidak bisa dipadamkan, karena kita ada tambahan satu jadi tiga water bombing helikopter,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca. Namun, operasi tersebut belum dapat dilakukan karena kondisi awan yang belum memungkinkan untuk dimodifikasi menjadi hujan.

Di tengah ancaman karhutla, Muhidin juga menegaskan penindakan terhadap pelaku pembakaran akan dilakukan secara tegas. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Kalsel agar pelaku pembakaran hutan dan lahan, termasuk perusahaan yang terbukti terlibat, ditindak.

“Ulun sudah berkoordinasi dengan Kapolda secara tegas mengusut dan menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan, perusahaan, termasuk pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Dampak asap akibat karhutla juga menjadi perhatian pemerintah. Muhidin telah meminta Dinas Kesehatan dan seluruh SKPD membagikan masker kepada masyarakat. Sementara Dinas Pendidikan diminta menerbitkan surat edaran kepada sekolah terkait kondisi karhutla saat ini.

Selain berbagai langkah tersebut, Muhidin mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar menghadapi kemarau dengan melaksanakan Salat Istisqa di masjid dan musala.

Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama menghadapi ancaman karhutla yang diperkirakan masih membayangi Kalsel hingga penghujung tahun. (rizqan)

Editor: Abadi