Aliansi BEM Seluruh Indonesia Gelar Aksi Suarakan Save Meratus

BANJARMASIN, klikkalsel.com- Ratusan Mahasiswa melakukan orasi di bundaran Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin menuntut pencabutan izin tambang di kawasan pegunungan Meratus.

Beberapa waktu lalu sempat mencuat tentang penolakan aktifitas tambang di kawasan meratus, terlebih banyak pihak yang melakukan aksi penolakan dengan tagas savemeratus.

Hal tersebut bertujuan untuk melindungi kawasan hutan hujan tropis terakhir yang ada di Kalimantan Selatan dan Timur tersebut, agar tidak terjamah oleh aktivitas pertambangan.

Namun aksi penolakan sebelumnya tersebut sempat mereda, tetapi kini Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia kembali menyuarakan aksi mereka tentang penolakan tambang di kawasan pegunungan meratus.

Baca juga : Ratusan Massa Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kalsel

Para Mahasiswa tersebut meminta kepada kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, untuk mencabut seluruh izin tambang di kawasan Meratus.

Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, mengatakan bahwa untuk menjaga kawasan hutan meratus adalah tugas semua orang, karena menurutnya menyelamatkan hutan meratus sama dengan menyelamatkan banyak orang.

Lewat aksi tersebut ia mengucapkan terima kasih kepada aliansi BEM Seluruh Indonesia yang berkumpul di Kalsel untuk menyuarakan aksi penolakan aktivitas pertambangan di kawasan meratus.

“Seperti kita ketahui, meratus ini adalah satu-satunya rimba terakhir yang ada di Kalsel yang perlu diselamatkan, dan kita patut berterimakasih kepada aliansi BEM Seluruh Indonesia yang telah menyuarakan pentingnya untuk menjaga meratus,” ujarnya.

Baca juga : Pedagang Minuman Dingin dapat Keuntungan di Tengah Demo

Baca juga : Poster Tulisan Konten Lucu Warnai Demo Mahasiswa

Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM-KM Institut Pertanian Bogor yang sekaligus koordinator pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Muhammad Nurdiansyah, mengungkapkan, bahwa lewat konsolidasi Nasional BEM Seluruh Indonesia yang diadakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ingin mengadakan aksi solidaritas terhadap kondisi meratus.

“Kami sebenarnya dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia disini berkomitmen bersama untuk aksi solidaritas ini supaya masyarakat Kalsel juga turut peduli terhadap lingkungan dan juga terhadap kondisi meratus yang ada di Kalsel ini,” ucapnya.

Kedepannya Aliansi BEM Seluruh Indonesia ini akan melakukan kajian yang lebih komperhensif, sehingga kedepannya melalui koordinator isu energi dan minerba serta koordinator isu lingkungan akan mencoba mengeskalasikan di tatanan Nasional.

Sedangkan Ketua BEM ULM Banjarmasin, Ahmad Jamaludin, sangat menyayangkan dengan kondisi meratus saat ini, seperti diketahui banyaknya izin tambang yang dikeluarkan di kawasan hutan meratus

“Kita sangat menyayangkan dengan dikeluarkannya izin aktifitas pertambangan di kawasan meratus, dan sebenarnya kalau jalur hukum tidak bisa ditempuh, tidak menutup kemungkinan kita akan menggunakan jalur adat. Kita disini sangat mengetahui hal itu, dan oleh karena itu apabila hukum pemerintah masih ada maka kita akan terus coba lewar jalur birokrasi yang baik dan benar,” tandasnya.(fachrul)

Editor : Amran