Aksi #SaveKPK Jilid III, Kapolresra Banjarmasin : Kita Sudah Menahan Diri, Tapi Massa Terus Mendorong

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Gelombang perlawanan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se Kalimantan Selatan (Bem se-Kalsel), untuk membela KPK jilid III berlangsung hingga malam hari. Aksi itu sudah diluar batas dari penyampaian pendapat yang disepakatai hingga pukul 18.00 Wita.

Terkait penyampaian aspirasi massa #SaveKPK Jilid III yang sudah melewati batas dari yang ditentukan, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan sebenarnya dari waktu yang sudah disepakati, mulai pukul 15.00 hingga pukul 18.00 Wita. Pihaknya tidak mau mengambil resiko. Karena massa masih berorasi, menyampaikan tuntutan Jilid III.

Dari awal ujarnya aparat keamanan sudah menahan diri, mulai dari beberapa massa melakukan pembakaran dijalan, bahkan terjadinya bentrokan.

Seperi yang terpantau, massa mulai memancing dan mendorong keamanan yang berujung terjadinya bentrokan antat aparat dangan masa aksi #SaveKPK Jilid III.

“Saya sudah sampaikan kepada anggota bahwa saya bertanggung jawab kepada anggota masalah keselamatan dan juga keamanan, saya juga bertanggung jawab ke pada mahasiswa kalau ada anggota yang brutal. Ternyata mereka dulu yang mendorong,” jelas Kapolresta Banjarmasin kepada awak media.

Baca Juga : Kuasai Separuh Badan Jalan, Massa Aksi #SaveKPK III Nyalakan Lilin dan Tunggu Ketua DPRD Kalsel

Lebih lanjut, Kapolresta Banjarmasin mengungkapkan sebenarnya pihak DPRD Kalsel, sebelumnya sudah mengundang Bem se-Kalsel untuk melakukan audiensi. Agar menghindari aksi penyampaian pendapat yang berujung terjadinya bentrokan antar aparat dan massa.

Namun, mahasiswa tetap memilih dan memaksa Ketua DPRD Kalsel tetap berhadir di tengah aksi.

“Saya rasa tuntutan mahasiswa sudah tersampaikan, bahkan perwakilan DPRD Kalsel sudah ada yang berangkat,” tuturnya.

Selain itu, dalam aksi #saveKPK Jilid III, pihaknya juga mengimbau para masa mencoba jalur lain seperti audiensi dan diskusi untuk memecahkan masalah ini. Guna menghindari kerumunan, mengingat penyebaran Covid-19 yang kian meningkat.

“Kita tidak mau terjadi klaster baru, seperti Kalimantan Tengah, Timur dan Barat, kasus Covid-19 sudah meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya di saat demo berlangsung mengingatkan kembali kepada massa agar mematuhi protokol kesehatan dan berupaya menghindari kerumunan yang rentan terjadinya penyebaran Covid-19.

“Dari satgas Covid-19 juga sudah menyampaikan ke mahasiswa agar mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Seperti upaya membagikan masker kepada mahasiswa aksi #SaveKPK Jilid III, kata Kapolresta, itu bukan menarik simpati. Tapi menunjukan seperti apa protokol kesehatan yang benar.

“Keselamatan rakyat itu keselamatan yang utama,” tegasnya.

Ia juga mengakui, terkait ada beberapa mahasiswa aksi yang diamankan aparat karena melakukan tindakan yang membahayakan, seperti mendorong dan melemparkan sesuatu ke aparat.

Tapi, dari massa aksi meminta di serahkan kembali dan setelah diserahkan mereka sebagian membubarkan diri.

“Kita penuhi permintaan mereka, sekitar 5 orang yang di amankan, tapi masih ada sebagian mahasiswa yang bertahan hingga malam hari,” imbuhnya.

Terkait, pengamanan aksi #SaveKPK Jilid III pihaknya menurunkan sebanyak 700 personil Polresta Banjarmasin, Brimob Polda Kalsel dan ditambah dari Kodim 1007, Korem 101/ Antasari dan Batalyon.

“Jadi kurang lebih 800 personil untuk pengamanan aksi hari ini,” ungkapnya.

Kedepanya, jika terjadi lagi aksi Jilid IV maupun Jilid V, pihaknya tetap akan melakukan pengamanan asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Disamping itu, Terkait adanya video mahasiswa diinjak oleh anggota pengaman yang tersebar disosial media, Kapolresta Banjarmasin membantah hal tersebut.

“Bukan diinjak, mereka dibawa, diamankan karena memberontak saat aksi tadi,” pungkasnya.(airlangga)

Editor: Abadi

Related Articles

Trending

Terbaru

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
26,867PengikutMengikuti
582PelangganBerlangganan