Adaro Spectra Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pedesaan

CSR Department PT Adaro Indonesia saat melakukan Roadshow Adaro Spectrapreuner di Desa Lok Batu dan Pangelak, Kabupaten Tabalong (foto : istimewa)

TANJUNG, klikkalsel – CSR Department PT Adaro Indonesia terus merangkul para pelaku usaha terutama bagi mereka yang tinggal di pedesaan sebagai upaya memperkuat daya tahan, serta mengembangkan ekonomi kreatif dengan mendorong kemunculan pelaku UMKM anyar.

Upaya itu digagas PT Adaro Indonesia melalui kegiatan bertajuk Adaro Spectrapreuner Roadshow, yang merupakan satu rangkaian menuju Adaro Spectrapreuner 2019, kegiatan ini menyasar tidak kurang dari 20 desa di wilayah ring 1 operasional Adaro.

Menurut pelaksana kegiatan dari CSR Adaro, Lalu Nofa Setiawan, konsistensi gelaran Adaro Spectrapreuner sudah berjalan sejak 2017 lalu, dan ini merupakan keseriusan Adaro mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Adaro Spectrapreuner 2019 kali ini menghadirkan dua kategori, ide usaha dan pengembangan usaha. Ide usaha, merupakan embrio pemikiran memulai usaha baru yang potensial, sementara pengembangan usaha menyasar pelaku usaha yang sudah eksis.

“Untuk ide usaha baru, disiapkan modal awal Rp 5 juta, sementara pengembangan usaha nilainya Rp 10 juta, dari Rp 100 juta modal usaha yang disiapkan sebagai hadiah,” ujarnya saat melakukan roadshow di desa Lok Batu, dan Pangelak, Tabalong, Rabu (18/7/2019).

Selain itu, ujar Lalu yang juga menjabat Supervisor Bidang Ekonomi CSR Adaro, tim CSR Adaro bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tabalong, terjun langsung ke desa, diharapkan mampu mendongkrak jumlah peserta sekaligus mengurangi gap informasi.

“Masyarakat desa khususnya, langsung menerima informasi sejelas-jelasnya terkait Adaro Spectrapreuner. Kalau lewat media konvensional, seperti koran atau TV, seringkali informasi yang didapat tidak terserap dengan baik oleh masyarakat desa. Melalui tatap muka langsung seperti ini, mereka sekaligus bisa langsung mendaftarkan usahanya, atau mengeksplorasi ide usaha,” jelasnya.

Roadshow yang dimulai awal Juli ini, sedianya telah menghasilkan 100 proposal lebih dari 10 desa yang telah dilewati. Dari proposal usaha, tim CSR Adaro bersama HIPMI bakal menyeleksi hingga didapat 100 proposal terbaik. Puncaknya, akan digelar bazar UMKM selama sepekan di Tanjung Expo Center, Mabuun.

Lalu mengatakan, tidak semua dari 100 proposal terpilih bakal menerima bantuan modal. Tim penilai bakal melihat performa peserta saat mempresentasikan usahanya, keaktifan peserta saat mengikuti rangkaian kegiatan, dan bagaimana mereka mengimplementasikan materi yang didapat ketika workshop saat gelaran bazar.

“Usai kegiatan, 100 proposal terpilih, kendati tak mendapat suntikan modal usaha, bakal terdaftar sebagai alumni Adaro Spectrapreuner. Mereka bakal didampingi tim Adaro dan HIPMI secara intensif untuk mengembangkan usahanya,” terangnya.

Antusias warga mengikuti Adaro Spectrapreuner Roadshow. (foto : istimewa)

Sementara itu, Menurut Plt Kades Pangelak, Ina Patriyanti, masyarakat setempat sangat menyambut baik program pengembangan usaha semacam ini.

Minimnya informasi yang diterima mengenai kompetisi bisnis serta model pendampingan usaha, lebih teratasi dengan kedatangan tim untuk menjelaskan secara langsung pada masyarakat.

“Mudahan masyarakat kami bisa termotivasi dan lebih jeli melihat peluang bisnis yang bisa dikembangkan,” ucapnya. (arif)

Editor : Farid