BANJARMASIN, klikkalsel.com – Animal Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, mengevakuasi seekor Beruk, di Kawasan Komplek Perdana Mandiri, Jalan Padat Karya, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Beruk yang diperkirakan berumur 3 tahun tersebut di evakuasi Animal Rescue BPBD Banjarmasin dengan menggunakan sumpit bius.
Pada saat dievakuasi, beruk tersebut dalam kondisi kurus dan terdapat tali tambang kecil yang terbungkus selang plastik di lehernya. Hal itu menguatkan bahwa hewan tersebut merupakan peliharaan salah satu warga.
Saat di konfirmasi, Koordinator Lapangan Tim Animal Rescue Banjarmasin, Andy Putera mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari salah satu grup emergency di WhatsApp sekitar pukul 8.30 Wita.
Disana, pelapor menyebut keberadaan beruk peliharaan tersebut sudah meresahkan warga sekitar.
“Beruk ini jelas peliharaan warga, karena masih ada tali yang melingkar di bagian lehernya,” ucapnya, Minggu (5/11/2021).
Ia menjelaskan, meski sudah lama dipelihara manusia, seekor beruk tetaplah hewan buas yang memiliki insting atau naluri hewan yang tinggi.
Andy mengatakan bahwa proses evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya memerlukan waktu satu jam setengah untuk bisa mengamankan seekor beruk yang berusia sekitar tiga tahun itu.
“Sayangnya waktu kita tangkap beruk ini sudah luka di bagian paha akibat ditembak warga pakai senapan angin sebelum kami datang,” ungkapnya.
“Beruntung cuma sekedar luka dan sekarang sudah ditangani oleh petugas kesehatan hewan. Saat ini kita karantina untuk sementara waktu di Taman Satwa Jahri Saleh,” tambahnya.
Sebelum ini, pihaknya juga pernah mengevakuasi hewan primata yang sama pada pertengahan bulan November lalu. Bahkan beruk peliharaan ini ukurannya lebih besar, dengan bobot seberat 50 Kg.
Hal ini menunjukkan adanya indikasi pemeliharaan beruk di Banjarmasin cukup banyak. Namun hanya beberapa yang terungkap akibat lepas dari sangkarnya.
“Prediksi kami beruk ini lepas akibat pemiliknya sudah jenuh untuk memeliharanya. Makanya dilepas yang akhirnya malah meresahkan warga,” ujarnya.
Dengan didapati adanya dua primata yang menjadi peliharaan warga tersebut ia lantas mengimbau warga agar tidak memelihara hewan appendix atau keberadaannya yang terancam punah.
“Bagi yang memelihara beruk atau hewan dilindungi lainnya lebih baik dilepas liarkan saja ke alam. Atau bisa menyerahkan ke BKSDA agar keberadaannya bisa tetap lestari di alam,” imbuhnya.
“Seperti anak lutung yang berhasil kita selamatkan dari perdagangan hewan langka di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Itu salah satu contoh yang memperlihatkan kalau di Banjarmasin masih marak pemeliharaan hewan dilindungi,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjatmasin, drh Annang Dwijatmiko, menyampaikan bahwa kondisi beruk yang di evakuasi oleh pihak Animal Rescue BPBD Banjarmasin tersebut saat ini sudah mulai sadar dan membaik.
“Untuk evakuasi beruk tadi siang. Kondisi beruk sdah berangsur-angsur pulih dari pengaruh obat bius, dan sekarang di tempatkan di kandang Primata di Kebun Binatang Mini Jahri Saleh,” ujarnya.
“Sore tadi juga sudah diberikan makan dan akan kita pantau kembali besok pagi,” sambungnya.
Annang juga mengatakan bahwa beruk yang berhasil di evakuasi tersebut, mengalami luka tembak. Karena sebelum di evakuasi, beruk tersebut terkena tembak senapan angin warga.
“Ada bekas luka tembak senapan angin, tapi untuk peluru sudah dikeluarkan. Tinggal pemulihan luka saja,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran





