Religi  

Pembacaan dan Ijazah Kubro Maulid Simthudduror Habib Muhammad bin Munsib Ali Al Habsyi asal Seiwun Yaman, Ajak Jemaah Teladani Guru Sekumpul

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pembacaan dan ijazah Kubro Maulid Simthudduror bersama ulama asal Seiwun, Yaman, Habib Muhammad bin Munsib Ali Al Habsyi, berlangsung khidmat di Masjid Jami Banjarmasin, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan keagamaan yang dihadiri para ulama dan ribuan jemaah tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman.

Dalam tausiyahnya, Habib Muhammad menyampaikan kekagumannya terhadap Banjarmasin yang menurutnya merupakan negeri bercahaya, penuh rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Ia pun mendoakan agar Banjarmasin senantiasa diberikan keamanan, ketenangan, serta perlindungan. Termasuk keberkahan bagi masyarakat, pemerintah, dan para alim ulama yang menjadi panutan umat.

Habib Muhammad juga mengajak jemaah untuk memperluas pemahaman tentang makna hujan sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT. Menurutnya, hujan bukan hanya tetesan air yang turun dari langit, tetapi juga menjadi simbol kehidupan, kesehatan, rahmat, dan keberkahan yang terus diberikan Allah kepada manusia.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

Dalam tausiyahnya, Habib Muhammad secara khusus berpesan agar umat Islam senantiasa berpegang teguh kepada para ulama dan orang-orang saleh, serta meneladani kehidupan para pendahulu.

Salah satu sosok yang disebutnya adalah ulama kharismatik Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.

Menurutnya, umat Islam hendaknya mengikuti apa yang telah diajarkan dan diamalkan para ulama terdahulu, baik dalam ilmu tauhid maupun fikih.

“Apa yang beliau lakukan, kerjakan dan beliau baca, ikuti, contoh, laksanakan, tiru. Jangan kita membawa hal baru. Jangan pernah kita mengubah apa yang mereka lakukan kita lakukan, apa yang mereka baca kita baca di dalam semua ilmu baik itu tauhid maupun fikihnya,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat Banua agar berpegang teguh kepada ulama-ulama besar Kalimantan Selatan, seperti Guru Sekumpul dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Dengan mengikuti jalan dan keteladanan para ulama tersebut, ia berharap umat mendapatkan keberkahan, rahmat, rezeki, serta hidayah dari Allah SWT.

Habib Muhammad kemudian mencontohkan almarhum Guru Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi sebagai sosok yang sangat kuat meneladani Guru Sekumpul. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, hingga sikap kesehariannya.

Baca Juga : Habib Muhammad Al Habsyi Doakan Barito Putera Kembali ke Liga 1

Baca Juga : Kisah Yuni Sulaiman Jadi Santri di Ponpes Al Habib Muhammad Shodiq Probolinggo

Bahkan, menurut Habib Muhammad, terdapat kemiripan dalam perjalanan akhir hayat keduanya. Ia juga mengungkapkan kesedihannya karena tidak berkesempatan bertemu langsung dengan Guru Sekumpul semasa hidupnya.

Sementara itu, Guru Mulkani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Habib Muhammad bin Munsib Ali Al Habsyi beserta rombongan.

Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus berkesinambungan. Guru Mulkani juga menyampaikan apresiasi kepada Hasnuryadi Sulaiman yang turut membantu dan menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Hasnuryadi mendoakan Habib Muhammad beserta keluarga dan rombongannya agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta umur panjang dalam ketaatan dan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Doa juga dipanjatkan bagi seluruh umat Rasulullah SAW di berbagai belahan dunia, termasuk masyarakat Palestina dan Yaman, agar selalu berada dalam lindungan dan keselamatan.

Hasnuryadi turut mengajak jemaah untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemimpin bangsa agar diberikan kemampuan membawa Indonesia menjadi negara yang adil, makmur, dan sejahtera.

Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi Kalimantan Selatan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga banjir. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui kita dihadapkan tantangan kebakaran hutan dan apapun itu dan sebelumnya banjir ini menjadi tugas kami di pemerintah tapi tidak bisa kami laksanakan tanpa adanya bantuan dari masyarakat,” ujarnya.

Hasnuryadi menegaskan, persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Ia juga menceritakan kedekatannya dengan Guru Mulkani yang telah membimbingnya sejak masih remaja. Saat itu, ketika Hasnuryadi masih tinggal di Malang, Guru Mulkani turut mengajarinya mengaji hingga hubungan silaturahmi tersebut terus terjaga sampai sekarang.

“Ulun di sini sebagai murid beliau, sebagai hamba Allah yang mencintai beliau karena Allah dan Rasulullah, dibimbing Guru Mulkani,” tuturnya.

Hasnuryadi berharap silaturahmi dengan para ulama, termasuk Habib Muhammad, dapat terus terjalin dan menjadi jalan untuk memperkuat kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Menariknya, Hasnuryadi juga menceritakan pertemuannya dengan Habib Muhammad sebelum menghadiri kegiatan di Masjid Jami. Keduanya sempat bertemu di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Dalam pertemuan itu, menurut Hasnuryadi, Habib Muhammad menyampaikan bahwa olahraga juga dapat menjadi sarana membahagiakan umat Rasulullah SAW selama dijalankan sesuai tuntunan ajaran Rasulullah.

Hal tersebut sejalan dengan pandangannya terhadap PS Barito Putera yang tidak sekadar menjadi klub sepak bola, tetapi juga sarana pemersatu masyarakat.

“Tadi ulun sampaikan, Barito Putera bukan tentang sepakbola, tapi alat pemersatu kita semua bagaimana semua agama, suku bangsa seperti dari Brasil, Jepang tapi satu untuk masyarakat Banua Kalimantan Selatan,” imbuhnya.

Menurut Hasnuryadi, semangat kebersamaan seperti itulah yang harus terus dijaga. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk saling mendukung dan membangun Banua.

Ia berharap nilai persatuan yang tumbuh melalui kegiatan keagamaan maupun olahraga dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kalimantan Selatan dan Indonesia yang aman, damai, serta sejahtera.

Diketahui, sebelum mengisi kegiatan di Masjid Jami Banjarmasin, Rombongan Habib Muhammad bin Munsib Ali Al Habsyi dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryari Sulaiman bersama sama melakukan ziarah ke kubah almarhum Guru Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi yang berada di kawasan belakang Masjid Jami Banjarmasin.(restu)

Editor: Amran