Terdata 71 Kejadian Kebakaran Lahan, Banjarmasin Tak Masuk Penerima Banpres Karhutla

Petugas BPBD Kota Banjarmasin saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran lahan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kota Banjarmasin tidak masuk dalam daftar penerima langsung Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp100 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Padahal, sejak Juli hingga awal Oktober 2026, sedikitnya 71 kejadian kebakaran lahan tercatat di Kota Seribu Sungai.

Selain menangani kebakaran di wilayah sendiri, petugas dan relawan pemadam kebakaran asal Banjarmasin juga turut membantu pemadaman di daerah tetangga, seperti Kabupaten Banjar, Barito Kuala, hingga Kota Banjarbaru.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kesiapan personel dan armada, tetapi juga dukungan operasional agar petugas dan relawan dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, membenarkan bahwa Banjarmasin tidak tercantum dalam daftar penerima langsung bantuan tersebut.

“Benar. Banjarmasin tidak termasuk,” ucap Husni Thamrin saat dikonfirmasi.

Berdasarkan rincian alokasi yang tersedia, Banpres senilai Rp100 miliar tersebut dibagi kepada enam penerima. BPBD Provinsi Kalimantan Selatan memperoleh Rp30 miliar, Kabupaten Tanah Laut Rp20 miliar, Kota Banjarbaru Rp15 miliar, Kabupaten Tapin Rp15 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rp10 miliar, serta Kabupaten Tanah Bumbu Rp10 miliar.

Tidak masuknya Banjarmasin dalam daftar penerima langsung menjadi perhatian tersendiri, mengingat kota ini juga menghadapi ancaman kebakaran lahan. Berdasarkan data Pemerintah Kota Banjarmasin, sedikitnya 71 kejadian tercatat sejak Juli hingga awal Oktober 2026.

Penanganan kejadian tersebut membutuhkan kesiapan petugas, armada pemadam, mesin pompa, serta perlengkapan pendukung lainnya. Ketersediaan sarana operasional menjadi penting agar petugas dapat bergerak cepat ketika kebakaran terjadi, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Baca Juga : Forkopimda Tabalong Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

Baca Juga : Karhutla Kalsel Masih Jadi Perhatian, Menhut Raja Antoni Cek Langsung ke Lapangan

Peran petugas dan relawan pemadam kebakaran Banjarmasin juga melampaui batas administrasi kota. Ketika kebakaran lahan terjadi di daerah sekitar, sejumlah relawan ikut membantu proses pemadaman dengan mengerahkan personel, kendaraan, dan peralatan.

Husni Thamrin mengatakan, BPBD Banjarmasin telah mengerahkan personel untuk membantu penanganan kebakaran lahan di wilayah perbatasan dengan daerah tetangga.

“Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, kita ikut membantu pemadaman daerah tetangga, karena kita yang paling dekat dan juga dampaknya pasti masuk ke Banjarmasin. Jangan sampai kebakaran lahan ini mendekati atau masuk ke permukiman masyarakat,” ujar Husni Thamrin

Keterlibatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran di wilayah sekitar tidak meluas hingga mengancam permukiman dan keselamatan warga Banjarmasin.

Namun, pengerahan personel dan armada untuk membantu daerah lain juga membutuhkan dukungan operasional yang memadai. Bahan bakar minyak (BBM), biaya operasional, perawatan kendaraan dan mesin pompa, serta perlengkapan keselamatan merupakan sejumlah kebutuhan penting untuk menjaga kesiapan petugas dan relawan.

Meski tidak tercantum sebagai penerima langsung Banpres Karhutla, petugas dan relawan Banjarmasin tetap mengambil bagian dalam penanganan kebakaran di wilayah sendiri maupun daerah tetangga.

Kondisi ini memunculkan harapan agar dukungan terhadap penanganan karhutla dapat menjangkau kebutuhan operasional di lapangan secara lebih luas, termasuk bagi petugas dan relawan yang turut membantu pemadaman lintas daerah.

“Hal itu sangat penting untuk menjaga kesiapan armada, memastikan ketersediaan peralatan, serta membantu relawan menjalankan tugas kemanusiaan tanpa terkendala keterbatasan sarana dan biaya operasional,” tuturnya.

“Dengan kondisi kebakaran lahan yang masih perlu diwaspadai, tentu kesiapan petugas dan relawan menjadi salah satu faktor penting dalam melindungi masyarakat serta mencegah api meluas ke kawasan permukiman,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran