Kalsel  

Kalsel Siapkan 3 Gudang Logistik

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan,

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Lebih dari 90 persen pasokan sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih didatangkan dari Jawa Timur melalui Perdagangan Antarwilayah.

Mengurangi ketergantungan itu sekaligus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menyiapkan pembangunan tiga gudang logistik dengan estimasi anggaran mencapai Rp60 miliar.

Tiga gudang logistik itu direncanakan dibangun di kawasan Banjarmasin, Tanah Bumbu, dan Banua Anam.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan, gudang tersebut nantinya menjadi tempat penyimpanan stok berbagai komoditas pangan.

Dengan begitu, ketika pasokan dari luar daerah terganggu, Kalsel masih memiliki cadangan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Contohnya sayur dan telur. Ketika di pasaran habis, kita masih memiliki stok. Jadi harga tetap bisa stabil,” kata Ahmad, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, gagasan pembangunan gudang logistik sebenarnya sudah diusulkan sejak masa pandemi Covid-19.

Baca Juga : IKA UNAIR Kalsel, Salurkan Oksigen, Masker, dan Logistik untuk Relawan

Baca Juga : Target Ekonomi 8 Persen Terbuka, Muhidin Dorong Kalsel Jadi Gerbang Logistik Nasional

Namun, rencana tersebut akan kembali dimatangkan dan masuk dalam perencanaan pembangunan pada 2027.

Selain gudang, pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan konektivitas perdagangan dan jaringan logistik, terutama jalur pelabuhan.

Pasalnya, sebagian besar kebutuhan dari luar daerah masih masuk melalui jalur sungai dan pelabuhan.

Sejumlah persoalan seperti pendangkalan alur Sungai Barito, keterbatasan kapasitas penumpukan kontainer, kemacetan akses menuju pelabuhan hingga waktu tunggu kapal dinilai dapat menghambat distribusi barang.

“Kita harus melihat ketika arus distribusi tidak lancar, biaya logistik dan waktu distribusi dapat meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa memberikan tekanan terhadap harga barang yang diterima masyarakat,” jelasnya.

Ahmad berharap penguatan sistem pergudangan dan konektivitas perdagangan tidak hanya mampu menjaga pasokan serta harga pangan di Kalsel.

Lebih jauh, Kalsel diharapkan dapat bertransformasi dari daerah yang banyak menerima pasokan menjadi salah satu penyuplai kebutuhan pangan bagi provinsi lain di Kalimantan.

“Berharap dengan adanya gudang tentu menjadikan Kalsel menjadi penyuplai bahan ke provinsi Kalimantan lainnya seperti Kalteng dan Kaltim. Tentu ini menjadi pendapatan daerah,” pungkasnya. (azka)

Editor : Akhmad