Firman Yusi Dorong Arsinum SWRO Jadi Solusi Krisis Air Bersih di Kalsel

Anggota DPRD Kalsel Firman Yusi

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Persoalan air bersih di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat musim kemarau menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi PKS, Firman Yusi.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel mulai memanfaatkan teknologi Air Siap Minum (Arsinum) berbasis Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu solusi jangka panjang.

Teknologi tersebut dinilai dapat mengolah air dengan tingkat salinitas tinggi, termasuk air laut, menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menurut Firman, kondisi kemarau ekstrem yang terjadi saat ini semakin menunjukkan bahwa penanganan persoalan air bersih tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air menggunakan mobil tangki.

“Kita perlu solusi yang lebih permanen. Teknologi Arsinum SWRO dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengolah air dengan salinitas tinggi, termasuk air laut, menjadi sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Firman Yusi di Banjarmasin, Rabu (23/9/2026).

Ia mengatakan, teknologi yang dikembangkan melalui lembaga riset nasional, termasuk BPPT dan BRIN, perlu lebih banyak dimanfaatkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah.

Baca Juga : Salat Istisqa, Ikhtiar Umat Memohon Turunnya Hujan di Tengah Kemarau

Baca Juga : 14 Korban KM Virgo Dievakuasi dari Dalam Kapal, Tim Penyelam Lanjutkan Pencarian 97 Penumpang Kapal

Firman mendorong Pemprov Kalsel melakukan pilot project Arsinum SWRO di sejumlah wilayah prioritas. Terutama kawasan pesisir, daerah yang rawan terdampak intrusi air laut, serta wilayah yang setiap musim kemarau mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Dropping air tetap diperlukan sebagai langkah darurat. Tetapi kita juga harus mulai membangun solusi jangka menengah dan panjang. Ketahanan air harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan Kalsel,” tegasnya.

Ia juga meminta, Pemprov Kalsel segera membangun koordinasi dengan BRIN, PTAM/PDAM, pemerintah kabupaten/kota hingga perguruan tinggi untuk mengkaji penerapan teknologi tersebut.

Menurutnya, penerapan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Jangan menunggu krisis air semakin parah. Kita punya teknologi dan lembaga riset. Sekarang bagaimana teknologi itu kita hadirkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat Kalsel,” pungkas Firman. (azka)

Editor : Akhmad