BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tradisi Baayun Maulid menjadi salah satu budaya masyarakat Banjar yang hingga kini terus dilestarikan, terutama dalam momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaannya, Baayun Maulid tidak hanya menjadi sebuah tradisi budaya, tetapi juga memiliki makna keislaman yang mendalam. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana memanjatkan doa bagi anak-anak.
Ustadz Hasanuddin atau dikenal UAS Banjar mengatakan, Baayun Maulid mengandung harapan besar dari orangtua agar anak-anak yang diayun kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah serta memiliki keimanan yang kuat.
“Baayun Maulid merupakan wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya juga terdapat doa dan harapan orang tua agar anak-anak mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, beriman dan berbakti kepada kedua orang tua,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, tradisi Baayun Maulid juga menjadi pengingat bagi masyarakat Banjar tentang pentingnya menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini.
Baca Juga : YN’S Center Gelar Maulid Nabi, Momentum Perkuat Cinta kepada Rasulullah SAW
Baca Juga : Peringati HUT ke-61, Golkar Kalsel Semarakkan Maulid Habsyi
Anak-anak yang mengikuti Baayun Maulid didoakan agar menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tua serta mampu menjalani kehidupan dengan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
“Harapan yang dipanjatkan bukan hanya agar anak tumbuh besar secara usia, tetapi juga tumbuh dengan akhlak yang baik, memiliki iman dan mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupannya,” katanya.
Ia juga menilai perpaduan antara nilai Islam dan budaya lokal dalam tradisi Baayun Maulid menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Banjar.
Menurutnya, budaya dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan ajaran agama kepada generasi muda, selama pelaksanaannya tetap sejalan dengan syariat Islam.
“Terpenting adalah bagaimana tradisi tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, memperkuat keimanan dan menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik kepada anak-anak,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi






