BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ambruknya Jembatan Saka Harang di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Timur, pada Minggu (30/8/2026), langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Banjarmasin.
Tak ingin akses mobilitas warga terganggu terlalu lama, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin berkoordinasi dengan Detasemen Zeni Tempur (Dezipur) untuk memasang jembatan Bailey sebagai akses sementara.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengatakan koordinasi dilakukan setelah pihaknya menerima arahan dari Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin,
“Segera setelah menindak lanjuti arahan wali kota, sore kemarin kita sudah koordinasi dengan Dezipur untuk pembuatan jembatan Bailey yang mulai pagi tadi sudah ditempat,” ucapnya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, proses pemasangan jembatan Bailey ditargetkan dapat rampung dalam waktu sekitar dua hari. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini menggunakan akses tersebut dapat kembali beraktivitas tanpa harus menunggu pembangunan jembatan permanen.
“Sekitar dua hari sudah terpasang agar masyarakat disana bisa melewati jalan tersebut,” lanjutnya.
Sembari menunggu jembatan Bailey selesai dipasang, Dinas PUPR Banjarmasin juga menyiapkan langkah alternatif agar aktivitas warga tidak sepenuhnya terhenti.
Baca Juga : Jembatan Mantuil Ambruk, Polresta Banjarmasin Siapkan Perahu Penyeberangan Orang dan Roda Dua Gratis
Baca Juga : Tiga Rumah di Komplek Fadillah Perdana Lima Ambruk, Penghuni Dievakuasi ke Rumah Sakit
“Sebelum jembatan bailey siap tim kami juga sudah bersiap untuk membuat jembatan sementara agar mobilitas masyarakat tidak terganggu,” terangnya.
Chandra menjelaskan, Jembatan Saka Harang bukan merupakan bangunan baru. Jembatan tersebut telah berusia sekitar 30 tahun dan selama ini penanganannya lebih banyak dilakukan melalui pemeliharaan.
“Jembatan yang sudah berumur 30 tahun itu selama ini hanya dilakukan pemeliharaan saja dan tetakhir pada tahun 2013. Ini akan kita lakukan pengerjaan perbaikan total pada tahun 2027 nanti,” jelasnya.
Selain faktor usia, keberadaan Jembatan Saka Harang kini semakin penting karena ruas jalan yang melintasi jembatan tersebut telah mengalami perubahan status.
Sejak 2023 jalan yang melintasi Jembatan Saka Harang telah ditetapkan sebagai jalur strategis provinsi. Kondisi tersebut membuat penanganan jembatan membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Jadi kita sudah melakukan koordinasi dengan PUPR Provinsi, kita bersinergi untuk melaksanakan kegiatan disana nanti,” tuturnya.
Untuk memastikan pembangunan jembatan baru dapat dilakukan secara matang, Dinas PUPR Kota Banjarmasin terlebih dahulu menyiapkan Detail Engineering Design (DED).
Penyusunan DED tersebut akan dimasukkan dalam anggaran perubahan 2026. Setelah desain teknis rampung, pembangunan jembatan permanen ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.
“Perubahan ini kita buat DED nya dulu, dan di awal tahun 2027 kita kerjakan pembangunan jembatannya,” tandasnya.(fachrul)
Editor: Amran






