MARTAPURA, klikkalsel.com– Tiga unit rumah di Komplek Fadillah Perdana Lima, Jalan Tembikar Kanan, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, ambruk secara tiba-tiba pada, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar, lantaran bangunan ambruk tanpa didahului tanda-tanda yang jelas. Bahkan, saat kejadian masih terdapat sejumlah orang di dalam rumah.
Nisa, salah seorang warga setempat, mengatakan, peristiwa itu terjadi begitu saja. Menurutnya, sebelum ambruk tidak terlihat kondisi yang mencurigakan pada bangunan.
“Tidak ada tanda apa-apa, biasa saja. Tiba-tiba ada bunyi dan langsung ambruk,” ujarnya.
Informasi sementara menyebutkan terdapat sekitar enam anak yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RS Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, dalam insiden tersebut, informasi dihimpun salah satu korban dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, Fahrul, warga sekitar, mengaku sebelumnya memiliki firasat kurang baik terkait kondisi sejumlah bangunan di kawasan tersebut.
Baca Juga : Merasa Diserang hingga Ranah Keluarga, Pelapor Babe Aldo Buka Suara Tegaskan Hanya Mencari Keadilan
Baca Juga : Pemadaman Bergilir Kembali Terjadi, LBH Borneo Nusantara Siapkan Gugatan ke PLN
Ia menilai, pondasi rumah di komplek tersebut terlihat kurang kokoh. Selain itu, beberapa bangunan juga disebutnya telah mengalami keretakan.
“Di pondasi saya rasa kurang kokoh,” katanya.
Salah seorang pemilik rumah yang ikut ambruk, Fatia, mengungkapkan dirinya sedang berada di rumah tetangga saat kejadian. Ketika itu, kondisi komplek sedang mengalami pemadaman listrik.
“Tadi mati lampu, saya duduk di luar. Tiba-tiba ambruk,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah harta benda miliknya ikut rusak dan terendam material bangunan. Bahkan, barang elektronik hingga dokumen penting miliknya turut terdampak.
“Elektronik rusak, sampai surat-surat seperti ijazah juga terendam,” tuturnya.
Fatia berharap, ada perhatian dari pihak pengembang komplek terhadap warga yang terdampak, termasuk penggantian atas kerugian yang dialaminya.
“Bisa digantikan,” pungkasnya lirih. (airlangga)
Editor : Akhmad






