Kalsel  

1.678 Hotspot Terpantau di Kalsel, Gubernur Muhidin Imbau Masyarakat Tak Membakar Lahan

Satgas Karhutla Kalsel melakukan simulasi pemadaman hotspot di halaman Kantor Gubernur Kalsel.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar menjelang puncak musim kemarau 2026. Orang nomor satu di provinsi ini juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitarnya agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Kita semua harus terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebarluaskan imbauan tersebut dan pastikan keterlibatan aktif masyarakat untuk ikut memantau serta menjaga lingkungan sekitar, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” katanya.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Muhidin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).

Menurut Muhidin, keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kita ingatkan kembali agar masyarakat tidak membakar lahan dan secepatnya melaporkan apabila mengetahui ada titik api di sekitar wilayahnya,” pesannya.

Muhidin mengatakan, Pemprov Kalsel saat ini meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman Karhutla seiring memasuki musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla sebagai bentuk kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Apel tersebut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran Forkopimda Kalsel, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, tenaga ahli gubernur, pimpinan instansi vertikal, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, dunia usaha, serta relawan kebencanaan.

Dalam arahannya, Muhidin meminta seluruh personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau.

Ia menginstruksikan seluruh personel memastikan kesiapan peralatan dan sarana pendukung, memperkuat patroli terpadu, meningkatkan deteksi dini terhadap titik panas, serta melakukan pemadaman sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas.

“Seluruh personel maupun sarana prasarana harus dipastikan siap mulai hari ini. Tingkatkan patroli terpadu, perkuat deteksi dini titik panas, dan lakukan pemadaman secepat mungkin sejak kebakaran pertama kali terdeteksi,” tegasnya.

Baca Juga : Gubernur H. Muhidin Instruksikan Satgas Patroli Rutin Cegah Karhutla

Baca Juga : Rakorsus Nasional, Gubernur Muhidin Paparkan Kesiapan Kalsel Cegah Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Menurut Muhidin, penanganan Karhutla di Kalsel dilakukan melalui satu sistem komando yang dipimpin langsung oleh gubernur, dengan BPBD Provinsi Kalsel sebagai koordinator pelaksana di lapangan.

Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat koordinasi antarinstansi sehingga penanganan dapat berlangsung lebih efektif.

Gubernur juga mengungkapkan, berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dari kondisi normal dengan puncaknya terjadi pada Agustus hingga September.

Kondisi tersebut mulai terlihat dari meningkatnya jumlah titik panas di Kalsel. Selama Juni 2026 terpantau 629 titik panas atau hotspot dengan luas kebakaran mencapai 42 hektare. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun hingga awal Juli 2026 tercatat 1.678 titik panas dan 41 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

“Data ini menjadi peringatan bagi kita semua agar tidak lengah. Pencegahan harus menjadi prioritas karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas,” ujarnya.

Muhidin menambahkan, sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga Karhutla. Sementara Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Bumbu masih berstatus waspada.

Selain itu, kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor tetap menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan gambut.

Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat langkah mitigasi, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal serta embung untuk menjaga tinggi muka air lahan gambut hingga meningkatkan frekuensi patroli di kawasan rawan kebakaran.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, apel ditutup dengan simulasi penanggulangan Karhutla yang melibatkan personel gabungan. Simulasi tersebut memperagakan proses penanganan mulai dari deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pengerahan personel dan peralatan, hingga pemadaman api sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim kemarau 2026. (rizqan)

 

Editor: Abadi