Kalsel  

Gubernur Muhidin Ajak Warga Terima Petugas Sensus, Data Ekonomi Kalsel Dibidik Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan 8,.1 Persen

Gubernur Muhidin mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kalimantan Selatan.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menerima petugas Sensus Ekonomi 2026 serta memberikan data yang jujur, lengkap, dan benar. Menurutnya, kualitas data yang terkumpul akan menentukan ketepatan arah pembangunan daerah, termasuk upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Kalsel hingga 8,1 persen.

Ajakan tersebut disampaikan Muhidin saat mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung DR KH Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (1/7/2026).

Pencanangan dilakukan bersama Inspektur Utama Badan Pusat Statistik (BPS) RI Dadang Hardiwan, Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Haris Munandar. Prosesi ditandai secara simbolis dengan mendulang intan dan menyatukan kepingan intan sebagai gambaran pentingnya menghimpun data ekonomi secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Muhidin menegaskan Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat.

“Pelaksanaan sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang wajib kita sukseskan. Sensus ini bukan hanya tugas BPS, tetapi kepentingan seluruh warga Indonesia agar kita bisa menata perekonomian dengan basis data yang akurat dan lengkap,” ujarnya.

Bagi Kalimantan Selatan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Muhidin, data yang dihasilkan nantinya akan membantu pemerintah memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta mendukung pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

“Sensus ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi Banua, memperkuat sektor UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” katanya.

Baca Juga : Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Muhidin Tegaskan Keamanan Jadi Fondasi Pembangunan Kalsel

Baca Juga : Gubernur Muhidin Luncurkan Bank Devisa Bank Kalsel, Transaksi Ke Luar Negeri Kini Bisa Dari Banua

Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan informasi kepada petugas sensus. Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan perundang-undangan.

“BPS menjamin kerahasiaan setiap data yang diberikan tanpa terkecuali. Data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” tegasnya.

Muhidin mengaku telah menerima petugas sensus yang datang melakukan pendataan. Karena itu, ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha melakukan hal yang sama demi menghasilkan data yang akurat.

“Partisipasi aktif masyarakat akan menentukan kualitas data yang dihasilkan. Semakin baik data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat dirumuskan,” ujarnya.

Saat ini, kata Muhidin, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan mencapai 5,67 persen atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Ia berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,1 persen.

Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI Dadang Hardiwan mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan BPS sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus melalui gerakan TIR, yakni Terima petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.

“Seluruh data dan informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh undang-undang,” kata Dadang.

Pendataan langsung dari rumah ke rumah telah dimulai sejak pertengahan Juni dan akan berlangsung hingga Agustus 2026. Sebanyak 3.989 petugas lapangan diterjunkan untuk mendata seluruh kegiatan usaha, mulai dari usaha mikro dan rumah tangga hingga perusahaan berskala besar di berbagai sektor ekonomi.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ditutup dengan pemasangan rompi petugas sensus secara simbolis oleh Gubernur Kalsel dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus di Kalimantan Selatan. (rizqan)