TANJUNG, klikkalsel.com – Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, menghadiri Lomba Balogo Masuk Sekolah di Aula Plaza Barunak, Tanjung, pada Kamis (18/6/2026).
Turut hadir dalam perlombaan tersebut Kepala Disdikbud, Camat Tanjung, Ketua Kormi, Ketua Gobi Tabalong serta unsur terkait, dengan peserta yang mengikuti lomba berasal dari perwakilan siswa SD dan SMP se-Kabupaten Tabalong.
Kegiatan lomba balogo tersebut didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
Wabub Tabalong Habib Taufani mengapresiasi, atas terselenggaranya Lomba Balogo Masuk Sekolah sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, ia turut menambah hadiah lomba sebesar Rp1 juta. “Saya akan tambah hadiahnya Rp1 juta,” ujarnya di hadapan para peserta.
Baca Juga : Lomba Balogo: Penyemangat Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Banjar
Baca Juga : Kunjungi SDN 2 Belimbing, Wabup Tabalong Apresiasi Prestasi Siswa Peraih Nilai TKA Tertinggi
Menurutnya, balogo merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya diajak untuk bermain, tetapi juga belajar mengenal budaya daerah, menjunjung sportivitas, serta mempererat kebersamaan,” tuturnya.
Ia berharap, lomba balogo dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, sehingga permainan tradisional tetap lestari dan tidak hilang oleh perkembangan zaman.
Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa program Balogo Masuk Sekolah bertujuan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada pelajar sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun karakter serta memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda. (renn/adv)
Editor : Akhmad





