PAM Bandarmasih Recofusing Anggaran, Dampak Kenaikan Harga Pipa Hingga 50 Persen

Dirut PAM Bandarmasih, Zulbadi

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai berdampak pada sejumlah sektor, termasuk pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin.

Salah satu dampak yang dirasakan PT Air Minum (PAM) Bandarmasih adalah meningkatnya harga pipa yang sebagian bahan bakunya berasal dari luar negeri.

Kondisi tersebut membuat PAM Bandarmasih harus menyesuaikan sejumlah program kerja melalui langkah refocusing atau penyesuaian anggaran agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Direktur PT PAM Bandarmasih, Zulbadi mengatakan pihaknya kini memprioritaskan anggaran untuk program yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti peningkatan distribusi air dan pelayanan pelanggan.

“Kenaikan dolar berdampak pada harga pipa yang bahan bakunya dari luar negeri. Kami pun disini terpaksa merefocusing anggaran, memilah mana yang skala prioritas untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga : Komisi II Dorong Air PAM Bandarmasih Bisa Langsung Diminum dari Keran

Baca Juga : Serambi Surau PAM Bandarmasih Sasar Sungai Lulut, 50 Paket Sembako dan Bantuan Operasional Diserahkan

Menurutnya, kenaikan harga pipa saat ini bahkan mencapai sekitar 50 persen, sehingga sejumlah rencana pekerjaan terpaksa dilakukan penyesuaian.

“Misalnya tahun ini akan mengganti pipa sepanjang 5 km, mungkin akan dikurangi, ya karena harga pipa naik 50 persen tadi,” tuturnya.

Zulbadi menjelaskan dampak kenaikan harga tersebut tidak hanya memengaruhi pengadaan material, tetapi juga berpotensi memperpanjang program peremajaan jaringan pipa yang telah disusun sebelumnya.

Ia menyebut, program peremajaan pipa yang sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu lima tahun, kini diperkirakan dapat bertambah menjadi sekitar tujuh tahun apabila kondisi harga terus meningkat.

Meski demikian, PT PAM Bandarmasih tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan dan pemerataan distribusi air bersih kepada masyarakat agar tidak terganggu.

“Kita harap dolar segera membaik dan kami pun bisa menjalankan program pemerataan sambungan dengan lancar,” tandasnya.(fachrul)

Editor: Amran