Wamen UMKM Kunjungi Banjarmasin, Dorong Penguatan UMKM hingga Akses Permodalan Lebih Mudah

Penyerahan Asuransi Mikro Kerusakan tempat usaha untuk 200 pedagang UMKM di Wilayah Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pasar Sentra Antasari menjadi salah satu tempat yang di kunjungi Waki Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza.

Dalam kunjungannya Wamen UMKM berdialog dengan para pedagang untuk memastikan program penguatan ekonomi kerakyatan berjalan tepat sasaran sekaligus menyerap aspirasi di lapangan.

Ia pun mengapresiasi langkah Pemko Banjarmasin yang menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam memberikan proteksi asuransi kerusakan tempat usaha bagi 200 pedagang pasar.

“Ini adalah wujud nyata arahan Presiden Prabowo mengenai kolaborasi semua pihak. Negara harus hadir memberikan perlindungan agar UMKM memiliki ketenangan dalam berusaha,” ujarnya.

Helvi menjelaskan, Kementerian UMKM memiliki dua fokus utama, yakni memperluas akses pasar dan memfasilitasi permodalan bagi pelaku usaha.

Ia menilai langkah pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan usaha menjadi dorongan positif bagi pertumbuhan UMKM.

Ia juga menyoroti potensi besar masyarakat Banjarmasin yang dinilai memiliki karakter kuat dalam dunia usaha, sehingga perlu didukung dengan kebijakan yang tepat.

Selain itu, Helvi mendorong adanya pengelompokan atau klasterisasi UMKM, baik di sektor perdagangan maupun produksi, guna memperkuat ekosistem industri dan mempermudah penyaluran bantuan.

“Ke depan, UMKM diarahkan menjadi penunjang ekosistem industri. Kami menargetkan sektor produksi mencapai 65 persen, karena sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Kita ingin menekan angka pengangguran di semua tingkatan,” jelasnya.

Baca Juga : Hasnuryadi Sulaiman Sambut Hangat Silaturrahmi Wamen UMKM

Baca Juga : Wamen UMKM Salurkan KUR Bank Kalsel untuk Pelaku UMKM di Banjarmasin

Ia menambahkan, sejumlah program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan pembangunan perumahan juga akan melibatkan UMKM sebagai pemasok utama bahan baku.

Helvi mengimbau pelaku UMKM untuk aktif berkomunikasi dengan dinas terkait serta perbankan, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“saat ini hal inilah yang lebih terbuka dalam mendukung pembiayaan usaha produktif,” ungkapnya.

Selain itu, pelaku usaha di lapangan masih menghadapi tantangan dalam mengakses permodalan.

Seperti yang diungkapkan Fajri, salah satu pedagang Pasar Antasari, bahwa prosedur perbankan masih menjadi kendala, terutama terkait riwayat kredit.

“Harapan kami, pedagang kecil seperti kita ini lebih dipermudah urusan di bank. Terkadang syarat jaminan dan riwayat pembayaran yang lama membuat kami susah,” tuturnya.

“Mudah-mudahan ada kebijakan yang lebih ringan buat kami yang betul-betul ingin membesarkan modal usaha,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran