Religi  

Gubernur H. Muhidin Minta Masyarakat Banua Tak Perdebatan Perbedaan Penetapan Hari Idul Fitri

Gubernur Kalsel H. Muhidin mengajak masyarakat banua menjaga persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Selatan berlangsung khidmat dan dipenuhi antusiasme masyarakat. Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel H. Muhidin usai melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026).

Didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Muhammad Tambrin, Gubernur H. Muhidin menyebut jumlah jemaah yang hadir membludak hingga hampir memenuhi seluruh area masjid.

“Ini luar biasa, masyarakat yang hadir sangat banyak. Hampir semua tempat penuh, bahkan sejak pelaksanaan sebelumnya sudah dipadati jemaah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi imam yang memimpin salat dengan bacaan yang dinilai sangat baik, sehingga menambah kekhusyukan ibadah. Menurutnya, momen tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri.

Baca Juga : https://klikkalsel.com/khatamkan-30-juz-di-ramadan-gubernur-muhidin-tadarus-bersama-pejabat-pemprov-kalsel/

Baca Juga : https://klikkalsel.com/54-kepala-sekolah-sma-smk-slb-dilantik-gubernur-muhidin-tekankan-integritas-dan-percepatan-peningkatan-mutu-pendidikan/

“Dengan imam yang luar biasa, ini mengingatkan kita bahwa kita masih memiliki kekurangan dan dosa. Mudah-mudahan setelah menjalani puasa, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan mengakhiri hidup dalam keadaan baik,” katanya.

Terkait adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, Muhidin menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan kerap terjadi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara.

“Perbedaan itu biasa. Ada yang melihat hilal, ada juga yang menggunakan metode lain. Yang penting masyarakat meyakini pedomannya masing-masing, baik dari ormas, pemerintah, maupun keyakinan pribadi,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak memperdebatkan perbedaan tersebut dan tetap menjaga kerukunan.

“Siapapun, yang penting meyakini. Kalau sudah yakin itu Idul Fitri, silakan dirayakan. Tidak perlu diperdebatkan, karena perbedaan itu hal yang wajar,” pungkasnya.

Di momen ini, Gubernur H. Muhidin mewakili seluruh jajaran Pemprov Kalsel menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin usai salat id. (rizqan)

Editor: Abadi