Wawancara Ekslusif Bersama Hasnuryadi Sulaiman : Barito Putera Siap Ikuti Lanjutan Liga 1

Wawancara eksklusif bersama CEO PS Barito Putera, H Hasnuryadi Sulaiman. (Foto : Klikkalsel)
KERINDUAN suporter PS Barito Putera akan terobati semenjak istirahat panjang dimasa pandemi. Wabah virus Corona yang menghentakkan denyut nadi sepak bola di tanah air sangat dirasakan oleh para penggemar Laskar Antasari. Jika biasanya setiap minggu mereka menunggu dan menantikan klub kebanggaan Banua ini bertanding, namun pada masa pandemi, seolah diredam hasrat sepakbolanya. Mereka dipaksa untuk puasa dari menonton sepak bola, karena PSSI menunda berlangsungnya kompetisi.
Namun PSSI akhirnya memutuskan akan menggelar kembali Liga 1 Indonesia pada Oktober mendatang. Kendati berada di masa pandemi Covid-19, kasta tertinggi sepak bola tanah air tersebut tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi semua peserta maupun official PSSI.
Meski tanpa penonton, kehadiran klub sepak bola kebanggaan Banua, PS Barito Putera di Liga 1 Indonesia masih bisa disaksikan melaui layar telivisi yang disiarkan secara langsung. Punggawa PS Barito Putera akan merumput dan bersaing bersama klub lainnya untuk mengincar posisi puncak.
Lantas bagaimana persiapan PS Barito Putera untuk memulai debutnya di Liga 1 Indonesia? Tim klikalsel.com melalui program klikMenyapa sudah melakukan wawancara ekslusif bersama CEO PS Barito Putera, H Hasnuryadi Sulaiman (Bang Hasnur) di kediamannya di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin.

– Bagaimana persiapan PS Barito Putera karena Liga 1 Indonesia akan dimulai pada Okterber?
“Insya Allah kalau memang dengan protokol kesehatan yang kita harapkan, kita akan ikut”
– Ada keputusan dari PSSI bahwa klub yang akan mengikuti Liga 1 Indinesia homebasenya di Yogjakarta, bagaimana dengan PS Barito Putera, dan seperti apa adaptasi dari tim?
“Saya pikir tidak aka terlalu sulit, karena pemain kita sudah terbiasa untuk bertanding dimana saja dan bahwa sanya hasil pertandingan away atau home tidak akan beda jauh. Saya berharap tidak perlu ada adaptasi yang berlebihan. Insya Allah saya yakin kita akan siap.
– Bagimana dengan kondisi pemain saat ini?
“Mereka masing-masing berlatih di rumah sesuai dengan arahan dari pelatih. Memang harus diakui karena kurangnya persiapan ini tentunya tidak sesuai dengan yang diharapakan dengan situasi yang seperti ini. Dari awal memang kita tidak setuju kalau Liga 1 ini dilanjutukan demi keselamatan pemain, pelatih dan keluarga kita, karena kesehatan jadi prioritas. Kita juga sudah pengalaman bagiaman dengan couch Yunan Helmi yang sempat terpapar wabah Corona yang cukup lama dirawat di RS Ulin Banjarmasin. Akan tetapi dengan bergulirnya lagi Liga 1 ini, PSSI juga menjamin dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan itu sudah dibuktikan dengan persiapan. Kemudian juga ada ancaman sanksi kalau kita tidak mengikuti kompetisi selama dua musim, itu kan berat dan tercancam turun divisi, hal ini yang harus kita jaga bersama”
– Sedikit becerita tentang sejarah Barito Putera, karena sempat dikenal juara tanpa mahkota saat era Galatama tahun 1995 dan sempat jatuh ke kasta paling bawah dan akhirnya merangkak naik lagi, sampai akhirnya juara divisi utama, bisa diceritakan apa motivasinya?
“Berkali kali saya sampaikan dalam kesempatan, bahwasanya modal kita adalah nilai-nilai yang diajarkan almarum abah (H Abdussamad Sulaiman HB), pertama adalah tentunya cinta yang kita wujudkan melalui sepak bola. Kemudian nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, persatuan, kemudian juga semangat dan yang paling penting ini adalah harga diri Banua kita ingin menjadikan Barito Putera ini kebanggaan Banua, oleh karena itu kita berusaha semaksimal mungkin tentunya dalam perjalanannya terjadi naik turun dalam prestasi. Itu menjadi motivasi untuk kita dalam memberikan yang terbaik. Kedepan kita juga sangat berhati hati dalam melakukan perencanaan tim dan selalu berusaha berpikir dalam jangka panjang.
– Bicara prestasi untuk PS Barito Putera, sejak naik ke kasta tertinggi Liga 1 Indonesia, posisinya berada di papan tengah, bisa dinilai prestasi masih kurang dan pernah diposisi yang hampir dekradasi. Bagaimana menyikapi suporter yang berpikir karana tidak ada dekradasi kemudian mainya biasa saja, bagaimana untuk memotifasi pemain?
“Seperti yang saya sampaikan bahwa sanya kita pernah mengalami turun sampai kasta yang paling bawah dan merangkak naik dari bawah, itu bukan waktu yang sebentar, untuk meraih sebuah prestasi bukan sebuah waktu yang instan. Kita bisa saja membeli pemain bintang kita kumpulkan, tapi bukan itu yang kita mau. Akan tetapi kita ingin mencetak pemain bintang, buka membeli pemain bintang. Terbukti tahun 2019 kurang pemian bintang apa tim kita, sudah bertabur pemain bintang, tapi prestasinya hampir dekradasi. Akan tetapi saat promsi di Liga 1 tahun 2013 dengan pemain seadanya kita bisa mencapai prestasi yang cukup baik, jadi tidak menjamin sebetulnya. Kami juga sangat ingin prestasi. Tapi kita ingin betul-betul membangun tim dari awal yang kuat dan bisa bertahan tidak untuk satu musim kompetisi saja, tapi untuk berapa tahun ke depan. Saya kasih salah satu bukti sejarah dari tahun 1988 Barito Putera didirikan tidak langsung berprestasi, kalau tidak salah malah diposisi terakhir di Galatama. Kemudian dari tahun 1990 mulailah dibangun sebuah tim, dan kita panggil lagi Frans Sinatra Huwae ke Banua dari Pelita Jaya kemudian pemain-pemain lain juga kita kumpulkan, itu juga belum berprestasi perlu waktu empat sampai lima tahun baru tadi dikatakan juara tanpa mahkota tahun 1994-1995. Ini membuktikan prestasi itu perlu sebuah waktu dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya juga berharapa bahwa kita betul-betul bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemain muda, karena mereka punya potensi yang luar biasa, itu juga dibuktikan dengan prestasi akademik pro league kita pernah juara 2. Jadi menurut saya kesabaran dan kerja keras adalah kunci yang kita berikan kepada pemain-pemain kita untuk bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Banua.
– Bagaimana cara membina pemain-pemain muda di Kalsel terutama di Pro league academy?
“Kita dari awal sudah mencoba memberikan seluas-luasnya kepada pemain asli banua, ternyata prestasinya kurang begitu bagus, kemudian suprter menuntut jangan bikin malu daerah akhirnya kita koordinasikan antara pemain asli banua dan yang direkrut dari luar, alhamdulillah mulai meningkat. Seandainya saat itu sudah bergulir akan kita siapkan untuk usia 16 asli banua semua. Tapi kalo yang usia 18 dan 20 karena terlanjur dikontrak jangka panjang kita tetap teruskan. Sekarang saya bertanya apasih definisi asli banua itu, Frans Sinatra apakah bisa dikatakan asli banua, dia kelahiran Amuntai (Hulu Sunga Utara) sekarang kita jangan bicara kesukuan bahwa salah satu nilainya adalah kesatuan dan persatuan, kita ini NKRI di Kalsel ini ada suku Jawa, suku Bugis dan sudah lama menetap di Kalsel apakah bisa dikatakan asli banua, kita tidak boleh bicara kesukuan lagi. Kita harus bicara dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Sepak bola ini harusnya jadi alat pemersatu bangsa. Saya berkeinginan juga ada orang banjar yang betul-betul bisa menjadi pemain senior di Barito Putera, seperti Ravi Ariyanto, itu aset kita dan harus punya keyakinan kepada meraka.
– Menatap Indonesia yang akan menjadi tuan rumah piala dunia usia 21, dari Barito Putera untuk mengangkat pemain bola dari Kalimantan?
“Pertama ini adalah kehormatan bagi kita, sejarah bagi bangsa kita dipercaya menjadi tuan rumah piala dunia tahun 2021, semoga ini menjadi motivasi tidak hanya untuk warga banua Kalimantan saja, tapi bagsa Indonesia yang mencintai sepak bola Indonesia. Barito Putera juga diberikan untuk berkontribusi disini ada beberapa pemain yang direkrut dari Barito Putera untuk memperkuat timnas Indonesia nanti, ada David Maulana, ada Bagas dan Bagus. Harapan kita ke depan akan punya sebuah akademy yang bisa mencetak tim-tim yang tidak hanya memperkuat Kalimantan Selatan tapi juga timnas Indonesia. Karena Barito Putera yang didirikan oleh Abah untuk menbahagiakan dan membanggakan masyarakat Kalimantan Selatan melalui sepak bola. Ada sejarah dari Barito Putera yaitu Salahhuddin yang pernah mendapatkan medali emas di Sea Games tahun 1991. Kemudian ada nama Isnan Ali dan sebelumnya juga Frans Sinatra juga pernah berprestasi itu semua benar-benar diperhatikan oleh abah kesejahteraannya karena membanggakan.
– Minimnya kompetisi di Kalimantan Selatan apakah menjadi faktor lambatnya mencetak pemain muda?
“Iya, saya mengakui itu. Tidak hanya di Kalimantan saja, tapi daerah-daerah lain juga seperti itu. Saya melihat kompetisi yang baik adalah di Jawa Timur, makanya terbukti banyak sekali bibit-bibit yang datang dari Jawa Timur. Itu menjadi motivasi bagi kita semua. Saya juga sudah bicara dengan beberapa presiden klub, tidak menutup kemungkinan kita bisa bekerjasama dengan mereka semua. Saya mohon sekali lagi kesabrannya untuk pecinta sepak bola di Kalimantan Selatan. Kita semua ingin prestasi, tapi tolong kita sama-sama berikan kesempatan kepada seluruh pemain yang ada ini untuk bisa memberikan kemampuan terbaiknya dalam waktu yang tidak singkat artinya bertahap semuanya.
– Berarti ada prospek dari Barito Putera sendiri sehingga da kompetisi kecil untuk menarik bibit pemain muda?
“Dulu abah pernah membuka kompetisi dengan H Leman Cup, awalnya bah hanya ingin menghibur dan mencari bibit di Tapin, nah ternyata lebih meluas lagi, pernah Tanah Laut menjadi tuan rumah. Harapan saya ke depan apabila pandemi ini sudah berakhir, insya Allah itu akan saya gulirkan lagi. H Leman cup akan menjadi kompetisi pemain muda.
– Bicara ke depan soal Barito Putera terutama persepakbolaan di Kalimantan Seperti apa?
“Saya ingin tidak hanya berprestasi untuk membeli pemain, tapi justru kita bisa mencetak pemain, dan saya berharap disini jadi timnas Indonesia untuk berkontribusi sebanyak-banyaknya untuk mengisi dari segala kelompok umur dan kita sudah membuktikan ada beberpa pemain kita yang direkrut untuk masuk dalam timnas Indonesia. Saya juga berharap suatu saat pemerintah akan memberikan dukungan terhadap infrastruktur (stadion) yang memadai, karena itu sangat menunjang bagi kita yang bertaraf internasioanl. Selain itu tempat latihan dan tempat pembinaan para academy sepak bola muda di Kalimantan Selatan. Saya yakin dengan kerjasama para pengusaha dan pemerintah itu bisa terlaksana.
– Apa pesan yang bisa disampaikan kepada penggemar sepak bola di Kalimantan Selatan, karena saat ini kita sudah terlalu lama istirahar di masa pandemi?
“Selama protokol kesehatan itu bisa kita laksanakan saya yakin bahwa olahraga kunci utama untuk sehat. Saya ingin bicara lebih dalam lagi soal prestasi. Saya pikir kita saatnya untuk ke luar untuk beraktivitas tapi tentunya memperhatikan protokol kesehatan tersebut. Kemudian untuk pesepak bola di Kalimantan Selatan
saya berharap tetap jaga kesehatan dan mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu.
– Apa saran dari Bang Hasnur kepada suporter Barito Putera agar tetap memberikan dukungan terbaik?
“Saya mohon maaf lahir dan batin, dan berharap pandemi ini segera berlalu. Liga 1 akan berlanjut lagi bulan Oktober, walau tanpa penonton kami tetap mohon doanya, supotnya, melalui sosial media atau melalui apapun dan saya yakin kalian adalah ruh dari pada Barito Putera ini, tanpa pian-pian kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami tidak bisa berprestasi dan mengharumkan nama Banua Kalimantan Selatan yang kita cintai, oleh karena itu, marilah kita sama-sama menjaga hati, salam satu hati Laskar Antasari dan kita sama-sama bisa meneruskan semangat Pangeran Antasari yang kita banggakan.(klikmenyapa)
Editor : Amran