Banjarmasin

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Minta Semua Guru di Swab Sebelum kegiatan PTM

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pembelajaran Tatap Muka di Banjarmasin rencananya akan digelar pada tanggal 11 Januari 2021 untuk tingkat SMP dan 18 Januari 2021 untuk tingkat SD. Pembelajaran tatap muka ini nanti akan digelar ditengah Pandemi Covid-19 yang kian meningkat.

Pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan digelar di tengah Pandemi Covid-19 masih menjadi momok besar bagi orang tua murid dan para pengajar. Pasalnya belakangan ini status peningkatan Covid-19 kembali menanjak.

Mengingat hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali mengingatkan, agar Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin lebih selektif dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka mendatang.

“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini, saya minta kamarin dengan Komisi yang terkait yakni Komisi IV DPRD Banjarmasin, supaya benar-benar dimatangkan agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini bisa dipertimbangkan,” jelasnya, Selasa (5/1/2021).

Khususnya menurut politisi Partai Golkar ini, terkait penerapan Protokol Kesehatan di setiap sekolah, benar-benar di perhatikan, agar tidak terjadinya penularan di lingkungan sekolah.

“Kalau memang dengan zona orange hingga hijau itu memang harus dilakukan pembelajaran tatap muka, saya meminta agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka itu harus lebih di perketat lagi protokol kesehatannya,” ucap Matnor.

Dalam pembelajaran tatap muka itu nanti penggunaan 3M yakni Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak harus wajib dilaksanakan.

Selain itu ia juga meminta agar setiap tenaga pengajar wajib dilakukan pemeriksaan Swab Tes. “Kita minta juga kalau bisa guru-gurunya juga di swab. Untuk memastikan para guru itu benar-benar bebas dari terkonfirmasi Covid-19,” tuturnya.

Tidak hanya itu saja, Matnor Ali juga meminta agar pengawasan dari para guru terhadap siswa lebih di perketat, khususnya didalam ruang lingkup sekolah.

“Di Lingkungan sekolah ini para siswa itu juga harus di perhatikan. Jangan sampai mereka nanti keasikan bermain lalu ada kontak dengan teman-temannya. Karena kita tidak tau setiap siswa itu nanti seperti apa kondisinya. Jangan sampai pembelajaram tatap muka ini membuat klaster baru di lingkungan sekolah,” imbuhnya.(fachrul)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top