TANJUNG, Klikkalsel.com – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Muhammad Nafis bersama Pemerintah Tabalong melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Selasa (14/1/2025).
FGD yang dilaksanakan ini dalam rangka Perencanaan Pembuatan Program Studi Baru dan Persiapan Peningkatan Status, dari STIT Syekh Muhammad Nafis menjadi Universitas Islam Tabalong.
Ketua STIT Syekh Muhammad Nafis, H Erwan Mardani menyampaikan terkait rencana akan adanya program studi baru, pihaknya selama ini telah melakukan berbagai survei kepada calon Mahasiswa program studi apa yang paling diminati.
“Dari hasil survei kami ada beberapa calon-calon jurusan yang akan diadakan yakni Teknik Informatika, Teknik Sipil, PGRI, Pembangunan Masyarakat Desa, Hukum islam dan Ekonomi Syariah,” ujarnya.
Baca Juga : Dukung Makan Bergizi Gratis, Pemkab Tabalong Siapkan Anggaran Puluhan Milyar
Baca Juga : Ingatkan Kembali Esensi ASN, Pemkab Tabalong Menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional
Erwan mengatakan semua program studi yang diminati oleh calon-calon mahasiswa, Teknik Informatika memiliki nilai tertinggi yang akan pihaknya prioritaskan kedepan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sekaligus Ketua Tim Persiapan Peningkatan Status, Husin Ansari mengatakan adanya universitas tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tidak hanya itu, keberadaan universitas tentunya juga menjadi langkah strategis, banyak putra-putri Tabalong yang selama ini harus melanjutkan pendidikan tinggi ke Banjarmasin yang sering kali membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit,” ucapnya.
Selain menjadi langkah strategis, keberadaan universitas juga dapat menjadikan Tabalong sebagai Kabupaten terdepan sebagai penyangga IKN.
”Dengan adanya universitas di Tabalong, harapan besar untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing. Ini tentu saja menjadi langkah positif, apalagi Kabupaten kita berbatasan langsung dengan IKN,” katanya.
Dalam kegiatan ini, turut dihadiri Koordinator Dewan Penyantun Yayasan Syekh Muhammad Nafis, H Anang Syakhfiani dan Ketua Yayasan STIT Syekh Muhammad Nafis, H Mardani. (Dil/adv)





