Sopir Truk Pelintas Jalan Gubernur Syarkawi Pertanyakan Komunitas Moge Boleh Melintasi Jembatan Alalak

Berbagai Angkutan Berat (Truck) Yang Terkendala Akibat Rusaknya Lintasan di Jl.Guberneur Syarkawi (foto: restu klikkalsel.com)

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Komunitas berkantong tebal yang hobinya naik motor gede (moge), mendadak viral di media sosial setelah dengan mulus melintas di jembatan Alalak yang diketahui belum diresmikan.

Bahkan aksi para komunitas moge ini menuai beragam kritikan.

Bagaimana tidak, masyarakat masih belum diperkenankan melintas di atas jembatan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Bahkan tak sedikit para sopir truk harus rela antre dengan kemacetan di Jembatan Alalak 2.

Namun yang mengejutkan dari unggahan tersebut terlihat sejumlah pengguna moge dengan bendera merah putih dan bendera Harley Davidson justru bebas hambatan melintas di jembatan itu pada, Selasa (21/9/2021) lalu.

Baca juga: Moge Bebas Melintas Diatas Jembatan Alalak Baru, Masyarakat Kecewa

Baca juga: Praktisi Hukum Tantang Polisi Tilang Rombongan Moge Yang Melintas di Jembatan Alalak Baru

Izai (35) salah satu sopir truk pembawa logistik yang ditemui klikkalsel.com saat melintas di Jalan Gubernur Syarkawi menanyakan, kenapa moge bisa lewat di jembatan tersebut.

“Seperti apa ceritanya itu sampai moge bisa melintas sedangkan para sopir truk masih rela dan bersusah payah melewati Jalan Gubernur Syarkawi,” katanya, Rabu (22/9/2021).

 

Buntut jembatan tersebut masih ditutup dan Jalan Gubernur Syarkawi yang tidak mulus saat ini, kata Izai membuat para sopir kesulitan saat melintas, ditambah memerlukan waktu yang tidak dari biasanya karena harus antre di beberapa titik.

 

“Mau ke Kalimantan Tengah susah. Apalagi setelah hujan jalanya sangat parah,” tuturnya.

Terlebih daripada hal tersebut, ia berharap Jalan Gubernur Syarkawi bisa lekas diperbaiki dan Jembatan Alalak bisa lekas dibuka untuk umum.

 

“Mudahan cepat diperbaiki jalan dan jembatan cepat dibuka,” harapnya.

 

Hal serupa juga dirasakan Acai (27) yang mana truk dinaikinya mau tidak mau harus melalui jalan gubernur syarkawi lantaran Jembatan Alalak masih ditutup.

“Saya dari pal 19 mengantar barang ke Kalteng, satu satunya jalan hanya gubernur syarkawi saat mau melintas saya harus cari info dulu apakah jalan nya bisa di lalu, karena kalau hujan antrinya lama jalan nya cukup berbahaya,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran