Tuntutan Tak Temui Titik Temu, Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Memanas

Tuntutan Tak Temui Titik Temu, Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Memanas
Tuntutan Tak Temui Titik Temu, Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Memanas

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Suasana di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memanas setelah aksi mahasiswa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kericuhan, Kamis (20/8/2026).

Kericuhan terjadi setelah mahasiswa merasa belum mendapatkan titik temu terkait sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan kepada perwakilan DPRD Kalsel.

Tak puas dengan hasil audiensi, ratusan mahasiswa kemudian mencoba kembali masuk ke area gedung DPRD. Mereka ingin bertemu langsung dengan pimpinan DPRD Kalsel untuk melanjutkan pembahasan tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut.

Namun, upaya massa tersebut dihadang aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Sempat terjadi aksi saling dorong dan tarik-menarik antara mahasiswa dengan petugas.

Dalam situasi tersebut, salah satu pagar di area DPRD Kalsel dilaporkan terlepas akibat aksi tarik-menarik antara massa dan aparat.

Sejumlah persoalan menjadi sorotan mahasiswa dalam aksi tersebut. Mulai dari panjangnya antrean kendaraan di SPBU, persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, hingga pemadaman listrik secara bergilir.

Baca Juga : Mahasiswa Geruduk DPRD Kalsel, Soroti Karhutla, Listrik Padam hingga Antrean BBM

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Mengancam, Disdikbud Kalsel Izinkan Sekolah Alihkan Pembelajaran ke Rumah

Mahasiswa menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan DPRD Kalsel. Karena itu, mereka berusaha kembali menemui pimpinan dewan untuk mencari solusi atas tuntutan yang disampaikan.

Ketegangan kembali meningkat setelah massa mempersoalkan tindakan seorang personel Polri bernama Kevin yang disebut sempat memukul seorang peserta aksi perempuan.

“Kami minta anggota Polri yang bernama Kevin itu disanksi, temui kami. Apa maksudnya memukul anggota aksi perempuan,” ujar salah satu massa aksi.

Massa kemudian meminta agar personel tersebut menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, aparat kepolisian berupaya membuka kembali ruang dialog dengan mahasiswa.

Audiensi dilakukan untuk meredam ketegangan sekaligus mencari jalan keluar agar aksi dapat kembali berlangsung secara damai.

Hingga saat ini, proses komunikasi antara aparat dan massa mahasiswa masih dilakukan di sekitar Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. (airlangga)

Editor: Abadi