BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kondisinya bahkan disebut menjadi salah satu yang terparah dalam sebulan terakhir.
Jarak pandang pengguna jalan di sejumlah kawasan dilaporkan hanya berkisar 5 hingga 10 meter.
Wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan, hingga kawasan perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.
Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Dr Habib Hasyim turut prihatin dengan kondisi tersebut.
Menurut Habib, pekatnya kabut asap membuat pengendara harus ekstra waspada. Kondisi jarak pandang yang sangat terbatas berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja,” ujar politisi Fraksi NasDem ini, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga : Kabut Asap Karhutla Mengancam, Disdikbud Kalsel Izinkan Sekolah Alihkan Pembelajaran ke Rumah
Baca Juga : Dikepung Asap, Polda Kalsel Bersama Ulama dan Masyarakat Laksanakan Salat Istisqa
Pantauan kondisi di lapangan juga membuat sejumlah pengguna jalan memilih mengurangi kecepatan kendaraan. Karena dikhawatirkan jarak pandang yang pendek dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas di kawasan dengan kabut asap cukup tebal.
Habib mengimbau, masyarakat yang hendak bepergian dari Banjarmasin menuju Banjarbaru maupun sebaliknya, agar meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker.
“Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya,” tegasnya.
Menurutnya, kabut asap hampir setiap hari terlihat di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi kali ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.
Ia meminta, pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan terhadap titik-titik karhutla yang masih terjadi.
Sebab, persoalan kabut asap bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.
Terutama bagi pengguna jalan yang setiap hari harus melintas di kawasan terdampak.
“Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa ada tindakan segera supaya karhutla ini bisa segera diatasi,” pungkasnya.(azka)
Editor : Akhmad






