Selama 2021, Polresta Banjarmasin Ungkap 974 Kasus Tindak Pidana

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Rachmat Hendrawan pimpin Press Release Akhir Tahun 2021 di Makopolresta Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Polresta Banjarmasin menggelar Press Release Akhir Tahun atas pengungkapkan dan penanganan kasus selama 2021. Sepanjang tahun ini, total 974 kasus tindak pidana yang ditangani.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol. Rachmat Hendrawan mengatakan, dari sejumlah prestasi penanganan kasus tersebut diantaranya adalah kasus mutilasi yang terjadi di Belitung dan penangkapan peredaran Narkotika melalui perahu bermesin.

“Prestasi kasus berat yang menghebohkan yaitu Mutilasi pada 2 Juni 2021 lalu, bahwa pengungkapannya sebelum 12 jam pelaku sudah tertangkap,” ujarnya didampingi Kabag Ops Irwan Kurniadi dan Para Kasat Polresta Banjarmasin, di Makopolresta Banjarmasin, Rabu (29/12/2020).

Menurut dia, penanganan kasus tersebut sangatlah menonjol selama setahun ini, sehingga bisa dikatakan sebuah prestasi yang luar biasa dilakukan Polresta Banjarmasin.

Baca juga: Pelaku Mutilasi di Belitung Divonis Seumur Hidup, Lebih Ringan Dari Tuntutan JPU Yang Minta Hukuman Mati

Termasuk penanganan kasus narkoba berbeda dari lainya, yaitu dengan menggunakan kelotok atau perahu bermesin.

“Pada 15Juni 2021 dari Satresnarkoba berhasil mengungkapkan kasus besar 135,02 Kg sabu dan 528,67 gram ganja kering,” ujarnya.

Dikatakannya, pengungkapan kasus itu adalah keberhasilan pada 2021. “Saya sudah memberikan reward kepada anggota agar bisa lebih giat lagi untuk mengungkap kasus-kasus narkoba,” sebutnya.

Sebab, kata dia, pemakai narkoba atau barang haram itu terbilang lumayan tinggi yang dilakukan sejumlah masyarakat.

Kapolresta Banjarmasin menuturkan, kasus pidana selama 2021, sudah mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan di 2029.

Karena secara keseluruhan kasus tindak pidana turun sebanyak 198 kasus, jika dibandingkan 2020 lalu yaitu 1.172 kasus tindak pidana

“Jadi yang sebelumnya ada kasus ratusan, kini sudah ada penurunan menjadi puluhan. Artinya setiap tahun itu kasus hampir ada penurunan sekitar 17 persen, 10 persen dari tahun 2021,” jelasnya.

Penurunan perkara pidana itu, ujarnya, karena pihaknya sering di lapangan untuk operasi yustisi bersama tim gabungan TNI dan Pemerintah Kota.

“Dengan kehadiran polisi di lapangan itu membuat ruang gerak para pelaku kejahatan menjadi terbatas. Seperti pelaku curanmor, lalu lintas dan patroli untuk kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan,” ujarnya.

Data Polresta Banjarmasin, tindak pidana penggelapan juga mengalami penurunan. Pada 2020 lalu ada sebanyak 79 kasus kini di 2021 turun menjadi 67 kasus.

Meski rata rata mengalami penurunan ada juga beberapa kasus yang mengalami kenaikan yaitu kasus penipuan, temuan mayat, penganiayaan berat, pencurian berat, kebakaran, pencabulan dan narkotika.

Selain kasus tindak pidana, dari Satlantas Polresta Banjarmasin juga mengalami penurunan signifikan sekitar 71 persen. Dimana pelanggaran lalu lintas di 2020 lalu ada sebanyak 11.321 dan di 2021 hanya sebanyak 3.307. (airlangga)

Editor : Akhmad